Kertajati (Kemenag) — MTsN 8 Majalengka kembali menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih pada Senin (7/9/2026) pukul 07.00 WIB. Diikuti seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan, kegiatan di lapangan madrasah tersebut menjadi bagian dari pembiasaan untuk menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap tanah air.
Upacara berlangsung dengan tertib mengikuti susunan tata upacara bendera resmi. Rangkaian kegiatan diawali dengan pengibaran Sang Merah Putih, dilanjutkan pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, hingga amanat pembina upacara.
Bertindak sebagai pembina upacara, Munirah, S.Pd., mengingatkan peserta didik agar menjaga konsistensi dalam belajar dan membangun kebiasaan disiplin, terutama dalam menghargai waktu. Menurutnya, pendidikan karakter perlu hadir melalui kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus di lingkungan madrasah.
Dalam amanatnya, Munirah menegaskan bahwa upacara memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar agenda rutin setiap pekan.
“Upacara bendera bukan sekadar rutinitas mingguan, melainkan sarana untuk menanamkan nilai-nilai patriotisme, tanggung jawab, dan pembentukan karakter akhlakul karimah sejak dini,” ujarnya di hadapan peserta upacara.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi siswa bahwa kedisiplinan tidak berhenti pada ketepatan waktu mengikuti kegiatan madrasah. Sikap disiplin juga berkaitan dengan kesungguhan menjalankan kewajiban sebagai pelajar, termasuk belajar secara konsisten dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Pembiasaan melalui upacara juga memberikan ruang bagi siswa untuk belajar menjalankan peran secara tertib. Setiap tahapan upacara menuntut kesiapan, kepatuhan terhadap aturan, serta kemampuan menjaga sikap selama kegiatan berlangsung. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari pengalaman pendidikan yang dapat dibawa ke kehidupan sehari-hari.
MTsN 8 Majalengka selanjutnya menyiapkan pembinaan karakter yang lebih terintegrasi melalui berbagai kegiatan pembiasaan harian dan program keorganisasian siswa. Langkah tersebut diarahkan agar nilai-nilai yang disampaikan dalam kegiatan bersama dapat diterapkan secara nyata, baik di lingkungan madrasah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Pembinaan melalui kegiatan keorganisasian juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar bertanggung jawab dan bekerja bersama. Sementara pembiasaan harian menjadi sarana untuk membangun perilaku disiplin secara konsisten, sehingga karakter tidak hanya dipahami sebagai materi, tetapi tumbuh melalui pengalaman dan praktik.
Bagi lingkungan pendidikan madrasah, pembentukan karakter memiliki posisi penting karena proses belajar tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian akademik. Sikap tanggung jawab, kedisiplinan, patriotisme, dan akhlakul karimah menjadi bekal yang turut menentukan bagaimana peserta didik berinteraksi dengan lingkungan dan mengambil peran di tengah masyarakat.
Upacara bendera pun menjadi salah satu ruang sederhana untuk menghadirkan nilai-nilai tersebut secara langsung. Ketika dilaksanakan secara konsisten dan diikuti dengan pembinaan yang berkelanjutan, kegiatan rutin dapat memiliki makna pendidikan yang lebih kuat bagi siswa.
MTsN 8 Majalengka berharap pembiasaan dan program pembinaan yang dilakukan dapat membantu membentuk generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berakhlak mulia. Nilai-nilai itu diharapkan tumbuh dari keseharian siswa, sehingga karakter yang dibangun di madrasah dapat tercermin pula dalam kehidupan mereka di luar lingkungan pendidikan.


Komentar