Rajagaluh (Kemenag) — Peserta didik MTsN 13 Majalengka mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) jenjang MTs tingkat Kabupaten Majalengka di MAN 2 Majalengka, Selasa (8/9/2026). Keikutsertaan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk menguji kemampuan akademik sekaligus membangun kepercayaan diri dan pengalaman berkompetisi secara sportif.
Kontingen MTsN 13 Majalengka turun pada empat bidang, yakni Matematika, IPA, IPS, dan Bidang Riset. Para peserta didampingi empat guru pembimbing selama mengikuti kompetisi yang berlangsung tertib dan lancar.
Sebelum pemberangkatan, Kepala MTsN 13 Majalengka, Drs. H. Sutisno, M.Pd.I., memberikan pengarahan kepada para siswa. Ia mengingatkan peserta agar menjadikan OMI sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperoleh pengalaman yang dapat mendukung perkembangan diri.
Menurut Sutisno, kompetisi akademik tidak semata-mata berkaitan dengan hasil akhir. Proses mempersiapkan diri, menghadapi soal dan tantangan, serta berani tampil dalam sebuah perlombaan juga menjadi bagian penting dari pembentukan mental peserta didik.
“Pelaksanaan OMI ini memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi, kemampuan akademik, serta kreativitas mereka. Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun rasa percaya diri dan semangat berprestasi secara sportif,” ujar Sutisno.
Setelah pengarahan, Sutisno secara resmi melepas keberangkatan kontingen MTsN 13 Majalengka menuju lokasi pelaksanaan OMI. Para siswa kemudian mengikuti perlombaan sesuai bidang yang telah dipersiapkan bersama guru pembimbing.
Bagi madrasah, keterlibatan dalam OMI juga menjadi kesempatan untuk memetakan kemampuan peserta didik. Hasil kompetisi dapat menjadi bahan evaluasi terhadap proses pembelajaran sekaligus membantu madrasah mengenali siswa yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.
Pembinaan terhadap siswa berbakat menjadi salah satu perhatian penting setelah pelaksanaan kompetisi. MTsN 13 Majalengka menyiapkan tindak lanjut berupa pembinaan berkelanjutan berdasarkan hasil evaluasi OMI. Dengan cara tersebut, siswa yang memiliki kemampuan dan minat pada bidang tertentu dapat memperoleh pendampingan yang lebih terarah.
OMI juga membuka pengalaman baru bagi peserta didik dalam menghadapi kompetisi di luar lingkungan madrasah. Mereka belajar mempersiapkan diri, mengelola kepercayaan diri, mengikuti aturan perlombaan, serta menerima hasil dengan sikap sportif. Pengalaman semacam ini menjadi bekal yang dapat mereka gunakan ketika mengikuti kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.
Selain mengukur kemampuan akademik yang telah dipelajari, ajang tersebut menjadi salah satu ruang untuk menjaring peserta didik berbakat. Siswa yang menunjukkan kemampuan menonjol dapat dipersiapkan untuk mengikuti berbagai perlombaan pada tingkat berikutnya dengan pembinaan yang lebih intensif.
Keikutsertaan kontingen MTsN 13 Majalengka juga menunjukkan bahwa ruang pengembangan prestasi di madrasah terus diarahkan pada berbagai bidang. Matematika, IPA, dan IPS memberikan tantangan pada kemampuan akademik, sementara bidang riset memberi kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir, menggali persoalan, dan menghasilkan gagasan berdasarkan proses yang sistematis.
Bagi para peserta, OMI pada akhirnya bukan sekadar pertandingan untuk menentukan pemenang. Ajang tersebut memberi pengalaman tentang bagaimana kemampuan diuji dalam suasana kompetitif sekaligus menjadi kesempatan untuk belajar dari peserta lain.
MTsN 13 Majalengka berkomitmen menjadikan hasil dan pengalaman dari OMI sebagai bagian dari proses pembinaan prestasi siswa. Evaluasi yang dilakukan setelah kompetisi akan menjadi pijakan untuk menentukan pembinaan berikutnya, sehingga potensi yang telah terlihat dapat terus dikembangkan dan memberi ruang lebih luas bagi siswa untuk berprestasi.
editor:D.Win


Komentar