Jatiwangi (KEMENAG) – Sebanyak 192 siswa kelas XII MAN 3 Majalengka mengikuti pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung selama sepuluh hari, terhitung sejak Senin (6/4) hingga Rabu (15/4), dipusatkan di lingkungan madrasah yang beralamat di Jalan Lanud S. Soekani No. 110, Desa Mekarsari, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.
Berbeda dengan ujian konvensional, pelaksanaan UM kali ini sepenuhnya berbasis digital. Para peserta menggunakan perangkat gawai (Android) masing-masing untuk mengakses soal ujian. Langkah ini diambil guna meningkatkan efisiensi, praktisitas, serta mendukung program literasi digital di lingkungan madrasah.
Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas kedisiplinan para siswa selama ujian berlangsung. Dalam pemantauannya, ia menegaskan bahwa ujian ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan pilar penting dalam pembentukan karakter siswa.
“Ujian Madrasah ini merupakan sarana krusial untuk mengukur hasil belajar siswa selama tiga tahun menempuh pendidikan. Namun lebih dari itu, momen ini adalah ajang untuk melatih kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab mereka. Saya berharap seluruh peserta memperoleh hasil yang memuaskan dan kelak mampu memanfaatkan teknologi secara positif dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Hj. Ela Nurlaela saat memberikan keterangan, Rabu (15/4).
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Pelaksana UM, M. Nashrudin Falah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa seluruh rangkaian persiapan teknis telah dimatangkan jauh hari sebelum hari pelaksanaan.
“Kami telah memastikan sistem ujian berbasis Android ini siap secara matang, mulai dari ketersediaan jaringan hingga kesiapan perangkat siswa. Alhamdulillah, berkat kerja sama tim panitia, pelaksanaan berjalan sangat lancar, tertib, dan tanpa kendala teknis yang berarti,” ungkap Nashrudin.
Tujuan utama dari penyelenggaraan UM ini adalah untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai salah satu syarat kelulusan. Selain aspek akademis, madrasah berharap melalui sistem digital ini, para siswa semakin terbiasa dengan integrasi teknologi dalam dunia pendidikan.
Suasana di lokasi ujian terpantau sangat kondusif. Para siswa tampak fokus mengerjakan soal dengan penuh integritas, mencerminkan kesiapan mereka dalam menghadapi fase akhir pendidikan di jenjang menengah atas sebelum melangkah ke perguruan tinggi atau dunia kerja.
Kontributor : Nana Misnara


Komentar