Berita Kemenag
Beranda » Berita » Bimwin Sebagai Sekolah Pra-Nikah, KUA Sukahaji Bekali Puluhan Calon Pengantin Fondasi Keluarga Sakinah

Bimwin Sebagai Sekolah Pra-Nikah, KUA Sukahaji Bekali Puluhan Calon Pengantin Fondasi Keluarga Sakinah

Sukahaji (KEMENAG) – Dalam rangka memperkuat pilar ketahanan keluarga serta memberikan bekal komprehensif bagi pasangan yang akan memasuki lembaran hidup baru, Kantor Urusan Agama (KUA) Sukahaji menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Pra-Nikah bagi Calon Pengantin pada Rabu (20/5/2026). Kegiatan pembekalan intensif yang bertempat di KUA Sukahaji ini diikuti dengan penuh antusias oleh 30 peserta calon pengantin di wilayah setempat.

Kegiatan strategis ini dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, H. Sofyan Firdaus, S.H., M.H., bersama Kepala KUA Sukahaji, Oo Koimudin, S.Ag. Guna memberikan pengayaan materi lintas sektoral yang berbobot, pihak KUA juga menghadirkan jajaran narasumber ahli, antara lain Fasilitator Bimwin H. Didin Hasanudin, S.Ag., narasumber dari Puskesmas Sukahaji Hj. Saenoh, S.ST., serta narasumber dari Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Sukahaji, Hj. Nani Supriani, S.E.

Dalam arahan pembukaannya, Kasi Bimas Islam, Sofyan Firdaus, menegaskan bahwa program Bimwin sejatinya merupakan sebuah sekolah pra-nikah yang dirancang untuk meningkatkan derajat para calon pengantin dari status lajang menuju jenjang rumah tangga. Melalui proses edukasi ini, para peserta diharapkan mampu menempuh ikhtiar mulia dalam rangka penyempurnaan setengah agama dengan kesiapan yang matang.

“Kunci utama dalam mengarungi bahtera rumah tangga adalah membangun komunikasi yang efektif antar-pasangan serta menyepakati segala sesuatu yang dibutuhkan di dalam rumah tangga sejak dini. Hal ini sangat krusial karena miskomunikasi sekecil apa pun bisa menjadi masalah pemicu keretakan hubungan. Selain itu, bentengi rumah tangga agar tidak terlalu banyak intervensi dari pihak luar. Ada hal-hal yang memang boleh dibagikan kepada keluarga besar atau teman, tetapi ada pula hal-hal pribadi yang ranahnya hanya boleh diketahui oleh kita dan pasangan,” tegas Sofyan.

Lebih lanjut, Sofyan tidak menampik bahwa secara statistik, mayoritas penyebab terjadinya perceraian dipicu oleh faktor ekonomi, di samping adanya faktor lain seperti kehadiran orang ketiga. Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya komitmen dan kesepakatan bersama sejak awal pernikahan. Dengan adanya kesepahaman yang kuat, setiap ujian dan masalah yang datang menghadang dipastikan akan dapat diatasi bersama secara bijaksana. Ia berharap, Bimwin ini dapat membantu para calon pengantin memulai kehidupan baru bersama pasangan demi mewujudkan rumah tangga yang penuh ketenangan (sakinah), kasih sayang (mawaddah warahmah), serta kebahagiaan yang berkah.

Bangun Sinergisitas Menuju Madrasah Unggul, Kemenag Majalengka Gelar Rakor Akhir Tahun

Senada dengan hal tersebut, Kepala KUA Kecamatan Sukahaji, Oo Koimudin, S.Ag. dalam sambutannya turut menyampaikan apresiasi serta harapan besar atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan agar seluruh peserta memanfaatkan momentum bimbingan ini dengan sebaik-baiknya untuk menyerap ilmu dari para pakar, sehingga dapat menjadi bekal nyata dalam membina mahligai rumah tangga yang kokoh dan tidak mudah goyah oleh dinamika zaman.

Sepanjang jalannya kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan materi yang sangat komprehensif dari tiga sudut pandang keilmuan yang berbeda:

Aspek Fondasi dan Teologi Keluarga:

Fasilitator Bimwin, Didin Hasanudin, mengupas secara mendalam materi mengenai “Fondasi Keluarga Sakinah”, yang memberikan panduan spiritual dan psikologis bagi suami-isteri dalam memelihara pilar-pilar keharmonisan keluarga Islami.

Aspek Kesehatan dan Reproduksi:

Peringati Harkitnas ke-118, Kepala Kemenag Majalengka Hadiri Upacara Tingkat Kabupaten

Narasumber dari Puskesmas Sukahaji, Saenoh, memaparkan materi krusial mengenai “Kesehatan Reproduksi”. Dalam penjelasannya, beliau menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial yang utuh dalam sistem reproduksi guna mewujudkan keluarga yang sehat, berkualitas, serta melahirkan generasi yang unggul.

Aspek Perencanaan dan Kesejahteraan:

Narasumber dari PLKB Sukahaji, Nani Supriani, menyampaikan materi penting mengenai “Merencanakan Keluarga Berencana”. Materi ini mengulas tentang manajemen jarak kelahiran, kesiapan sosial-ekonomi, serta perencanaan masa depan keluarga yang matang.

Melalui pembinaan bimbingan perkawinan yang dilaksanakan secara konsisten, terpadu, dan berkelanjutan ini, diharapkan para calon pengantin di wilayah Kecamatan Sukahaji tidak hanya siap secara administrasi hukum negara, melainkan juga memiliki ketahanan moral, kesiapan mental, dan kemandirian yang kokoh dalam mengabdi kepada keluarga dan masyarakat.

Di akhir sesi, jajaran pimpinan KUA Sukahaji beserta para fasilitator memberikan penguatan moral terakhir serta menutup acara dengan doa bersama, memohon kelancaran bagi seluruh peserta hingga hari H pernikahan serta keberkahan dalam membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Peringatan Harkitnas ke-118, Kemenag Majalengka Gaungkan Semangat Kedaulatan Digital dan Perlindungan Tunas Bangsa

Kontributor : Pupung Purnama Giri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *