Berita Kemenag
Beranda » Berita » Ujian adalah “Hari Raya” bagi Jiwa: Telaah Kitab Al-Hikam dalam rangkaian kegiatan Apel Pagi Kemenag Majalengka

Ujian adalah “Hari Raya” bagi Jiwa: Telaah Kitab Al-Hikam dalam rangkaian kegiatan Apel Pagi Kemenag Majalengka

Majalengka (KEMENAG) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka kembali menggelar rutinitas Apel Pagi Senin yang dirangkaikan dengan pembinaan mental melalui kajian kitab kuning. Kegiatan yang berlangsung khidmat pada Senin (06/04) ini bertempat di Masjid Al-Ikhlas, lingkungan Kantor Kemenag Majalengka.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan, di antaranya Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim.; Kasi PAIS, Dr. Drs. H. Faisal, M.Pd.; serta Kasi PD Pontren, H. Ade Firmansyah, S.Sos.I., M.Pd.I. Turut hadir pula para Pengawas Madrasah, Pengawas PAI, serta seluruh pegawai di lingkungan Kantor Kemenag Majalengka.

Kajian kali ini menghadirkan Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag., Penyelenggara Zakat Wakaf Kemenag Majalengka, yang mengupas tuntas Kitab Al-Hikam karya Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari, khususnya hikmah ke-174 hingga 177.

Dalam paparannya, Ojun menjelaskan konsep “Urudul faqoti ‘ayadul muridin”, yang berarti datangnya kesulitan atau musibah adalah “hari raya” bagi para murid (orang yang sedang melatih diri mendekatkan diri kepada Allah).

“Bagi seorang mukmin yang sedang menempuh jalan spiritual, musibah adalah momentum kebahagiaan yang samar. Mengapa? Karena di saat itulah nafsu tunduk dan hancur (dzullan nafs). Ketika seseorang merasa tidak berdaya, di situlah ia benar-benar berserah diri sepenuhnya kepada Allah,” ujar Ojun di hadapan para jamaah.

Wujudkan Layanan Prima, Bimas Islam Kemenag Majalengka Pastikan Administrasi NR Jalur Utara ‘On The Track’

Ia juga memberikan perumpamaan menarik mengenai filosofi “batu bata” dalam menghadapi ujian hidup. Menurutnya, tidak semua yang dibakar itu hancur; batu bata justru menjadi kuat setelah melewati proses pembakaran. Begitu pula jiwa manusia, jika sabar menghadapi ujian, maka iman dan keberkahan hidupnya akan semakin kokoh.

Lebih lanjut, Ojun menekankan bahwa ujian seringkali hadir sebagai “penambal” atas kekurangan amal ibadah lahiriah seseorang. “Jika amalan kita masih kurang untuk mencapai derajat surga yang dijanjikan, Allah seringkali mengirimkan tangga ujian agar kita bisa naik kelas melalui jalur kesabaran dan keikhlasan,” tambahnya.

Menutup kajian pada hikmah ke-177, narasumber mengajak seluruh pegawai untuk senantiasa memperbaiki rasa butuh dan fakir kepada Allah SWT (sosshihil faqra wal faqota ladaika). Ia mengingatkan bahwa karunia Allah seringkali justru turun deras saat seseorang berada dalam kondisi merasa tidak memiliki kekuatan apa pun di hadapan-Nya.

“Urusan orang mukmin itu semuanya baik. Mendapat nikmat ia bersyukur, mendapat kesulitan ia bersabar. Kuncinya adalah mengakui kefakiran kita dan jangan merasa memiliki kekuatan tanpa pertolongan-Nya,” pungkasnya.

Kegiatan rutin ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarpegawai, tetapi juga menjadi sarana penguatan integritas dan spiritualitas dalam menjalankan tugas pelayanan keagamaan di Kabupaten Majalengka. Acara diakhiri dengan doa bersama dan kafaratul majelis.

Wujudkan Pendidikan Berkarakter, Plt. Kasi Penmad Majalengka Buka Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

Kontributor : Endang Mu’min

Komentar

  1. Ghulzar berkata:

    Alhamdulillah sangat bermanfaat… Semoga saya bisa mengamalkannya, bersabar dan bersyukur

  2. Ghulzar berkata:

    Alhamdulillah… Semoga saya bisa mengamalkannya, bersabar dan bersyukur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *