Majalengka (KEMENAG) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., menerima kunjungan audiensi dari Pengurus Pimpinan Daerah Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) Kabupaten Majalengka. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Kepala Kantor Kemenag pada Senin (18/5/2026) sore.
Kehadiran pengurus PIMDA PGMM Majalengka yang dipimpin langsung oleh Fiqri Abdul Aziz, S.Pd.I. sebagai ketua Aksi tersebut bertujuan untuk menyampaikan surat pemberitahuan, sekaligus meminta doa restu dan dukungan resmi terkait rencana keberangkatan mereka dalam Aksi SIAGA (Silaturahmi Akbar Guru Indonesia). Aksi nasional tersebut dijadwalkan berlangsung di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026) esok.
Suarakan Kesejahteraan dan Status ASN
Dalam pertemuan tersebut, Ketua PGMM Kabupaten Majalengka, Fiqri Abdul Aziz, menyampaikan pernyataan sikap dan komitmen para guru madrasah swasta asal Majalengka yang akan bergabung dengan ribuan guru dari berbagai aliansi nasional lainnya.
“Kehadiran kami di sini adalah untuk meminta izin, doa restu, serta dukungan penuh dari Ibu Kepala Kemenag Majalengka. Aksi SIAGA ini merupakan ikhtiar bersama dalam menyuarakan nasib guru madrasah swasta. Kami membawa dua tuntutan utama, yaitu pengangkatan PPPK/ASN bagi guru madrasah swasta dan peningkatan kesejahteraan mereka yang selama ini masih jauh dari kata ideal,” ujar Fiqri.

Fiqri juga menegaskan bahwa delegasi dari Majalengka berkomitmen penuh untuk menjaga nama baik daerah dan instansi Kemenag selama menyampaikan aspirasi di ibu kota.
Apresiasi dan Pesan Humanis Kepala Kemenag
Menanggapi laporan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Majalengka, Euis Damayanti, memberikan apresiasi tinggi atas semangat perjuangan para guru. Ia menyatakan dukungannya terhadap upaya penyampaian aspirasi yang dilakukan secara konstitusional dan terhormat.
Meski demikian, Euis memberikan sejumlah pesan penting dan menitipkan imbauan agar para peserta aksi asal Kabupaten Majalengka tetap mengutamakan keselamatan dan ketertiban.

“Kami mengapresiasi dan mendukung perjuangan bapak dan ibu guru sekalian. Namun, kami sangat berharap agar aksi yang dilaksanakan nanti senantiasa berjalan kondusif, aman, tertib, dan terkendali. Pastikan aspirasi tersampaikan dengan baik tanpa ada kekisruhan yang dapat merugikan jalannya aksi,” tutur Euis.
Ia juga mengingatkan agar para peserta tidak mudah terprovokasi oleh situasi di lapangan yang berpotensi memicu kerusuhan. Menurutnya, menjaga marwah guru madrasah yang berakhlakul karimah adalah hal yang utama.
“Ikuti aksi sesuai dengan aturan dan tata tertib yang berlaku. Jaga kesehatan, jaga diri, dan jaga kebersamaan. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi semuanya dari hal-hal yang tidak diharapkan. Berangkatlah dengan kebersamaan dalam keadaan sehat dan selamat, begitu pun saat pulang nanti, harus kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan utuh, sehat, dan selamat tanpa kurang suatu apa pun,” pungkasnya.
Sekilas Tentang Aksi SIAGA
Berdasarkan surat pemberitahuan bernomor 008/PPPGMM/V/2026, gerakan ini dipicu oleh hasil koordinasi lintas organisasi profesi guru seperti PBPGSI, FGSNI, GM PRO, FKSS JATENG, IGSS PLPG, FGIM, PTHMI, dan FGHM yang telah disepakati sejak 5 April 2026 lalu.
Aksi SIAGA di Gedung DPR RI pada 20 Mei nanti rencananya akan dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. Para peserta dari Majalengka dipastikan akan mengenakan seragam kompak berwana putih-hitam sebagai simbol kesolidan perjuangan guru madrasah Indonesia.
Kontributor: Endang Mu’min


Komentar