Majalengka (Kemenag) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka melalui Seksi Pendidikan Madrasah menggelar sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Madrasah Aliyah (MA) secara daring, Selasa (15/9/2026). Diikuti oleh Kepala beserta Operator jenjang MA serta SPM Ulya dan PDF Ulya, kegiatan tersebut menjadi ruang penguatan teknis bagi madrasah agar pendataan peserta hingga pelaksanaan TKA dapat dipersiapkan secara cermat dan berjalan lancar.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., membuka kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan secara daring tersebut. Dalam arahannya, Euis terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat kepada para juara Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Majalengka yang berhasil lolos untuk melanjutkan kompetisi ke tingkat provinsi.
Menurutnya, capaian tersebut patut diapresiasi karena menjadi bagian dari perjalanan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membawa nama madrasah di tingkat yang lebih tinggi.
Memasuki agenda utama, Euis mengingatkan peserta untuk menyimak pembahasan teknis dengan baik. Sosialisasi tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai pelaksanaan TKA sehingga berbagai hal yang masih menimbulkan keraguan dapat segera dikomunikasikan.
“Zoom siang ini untuk membimbing secara teknis pendataan TKA agar pada pelaksanaan berjalan lancar. Mohon mendengarkan arahan dengan baik, jika masih ada hal-hal yang meragukan tanyakan. Selamat menyimak sosialisasi,” ujar Euis.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kankemenag Majalengka, H. Ade Firmansyah, S.Sos.I., M.Pd.I., memberikan penekanan khusus pada kesiapan pendataan peserta TKA. Ade Firmansyah menghimbau kepala madrasah tidak melepas begitu saja proses pendataan kepada operator, melainkan melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan data peserta.
Menurut Ade Firmansyah, ketepatan data merupakan salah satu bagian penting dalam persiapan TKA. Karena itu, setiap perubahan kondisi peserta didik perlu segera dikomunikasikan agar tidak menimbulkan persoalan pada tahap berikutnya.
“Kepala Madrasah harus memantau pendataan TKA. Komunikasikan jika ada siswa mutase keluar atupun masuk.” tegasnya.
Untuk memastikan kesiapan berjalan bersama, Ade Firmansyah meminta koordinasi dilakukan secara aktif antara kepala madrasah, operator, wakil kepala madrasah bidang kurikulum maupun kesiswaan, serta pihak lain yang terlibat dalam persiapan TKA.
“Saya menekankan agar senantiasa koordinasi antara kepala madrasah, operator, waka kurikulum, waka kesiswaan, terkait perkembangan kesiapan TKA yang akan dilaksanakan,” katanya.
Penguatan teknis kemudian disampaikan oleh Staf Pelaksana Seksi Pendidikan Madrasah, Dwi Winarti, SIP. Materi diarahkan pada hal-hal yang berkaitan dengan pendataan peserta dan pengawasan pelaksanaan TKA di madrasah.
Pada sesi tersebut, peserta tidak hanya menerima penjelasan mengenai tahapan teknis, tetapi juga dapat membahas berbagai persoalan yang ditemui dalam proses pendataan. Kendala-kendala yang muncul di madrasah dikomunikasikan untuk mendapatkan pemahaman dan langkah penyelesaian yang tepat.
Interaksi tersebut menjadi bagian penting dari sosialisasi karena kesiapan pelaksanaan TKA tidak berhenti pada pemahaman petunjuk teknis. Madrasah juga perlu memastikan data peserta sesuai dengan kondisi sebenarnya serta membangun komunikasi internal yang baik agar setiap perubahan dapat segera ditindaklanjuti.
Melalui sosialisasi ini, Seksi Pendidikan Madrasah Kankemenag Majalengka mendorong madrasah jenjang MA untuk memperkuat koordinasi dan melakukan pemantauan secara berkelanjutan menjelang pelaksanaan TKA. Dengan data yang akurat dan kesiapan teknis yang terpantau sejak awal, madrasah diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih tertib kepada peserta didik sekaligus meminimalkan kendala saat pelaksanaan.


Komentar