Berita Daerah

Limbah Koran Jadi Peta Indonesia Kreatifitas Siswa pada Mata Pelajaran IPS

Sukahaji (KEMENAG) — Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di kelas VII A MTsN 14 Majalengka berlangsung kreatif dan inovatif melalui penerapan Project Based Learning (PJBL). Dalam pembelajaran ini, siswa tidak hanya mempelajari konsep peta secara teori, tetapi juga diajak menghasilkan karya berupa peta dengan memanfaatkan bahan bekas, yaitu kertas koran yang diolah menjadi bubur kertas.

Kegiatan tersebut dirancang sebagai pembelajaran berbasis proyek agar siswa dapat memahami materi peta melalui pengalaman langsung. Guru IPS, Nida Fauziah Khansa, S.Pd.I., memberikan arahan kepada siswa mulai dari tahap perencanaan, pembuatan proyek, hingga proses penyelesaian dan pewarnaan peta, Selasa (15/09/2026)

Pada tahap perencanaan, siswa kelas VII A dibagi menjadi lima kelompok, dengan masing-masing kelompok beranggotakan lima orang. Setiap kelompok mendapatkan tugas membuat bagian peta berupa pulau-pulau yang ada di Indonesia. Pembagian tersebut membuat setiap kelompok memiliki tanggung jawab terhadap proyek yang dikerjakannya.

Setelah pembagian tugas, siswa mulai menggambar bentuk pulau sesuai dengan bagian yang telah ditentukan. Gambar tersebut kemudian ditempeli bubur kertas yang terbuat dari koran bekas. Bubur kertas dibentuk dan ditempel sedemikian rupa hingga mengikuti pola pulau yang telah dibuat. Proses ini membutuhkan ketelitian, kreativitas, serta kerja sama antarsiswa.

Setelah seluruh bagian peta selesai ditempeli bubur kertas koran, karya tersebut kemudian dikeringkan sampai benar-benar kering, siswa melanjutkan tahap akhir dengan memberikan warna menggunakan cat akrilik. Pewarnaan dilakukan untuk memperjelas bentuk sekaligus memperindah tampilan peta yang mereka buat.

Kemensos Melaksanakan Verifikasi Komitmen KPM PKH Tahun 2026 di MTsN 14 Majalengka

Pembelajaran PJBL ini tidak hanya bertujuan agar siswa memahami materi tentang peta, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Pemanfaatan koran bekas sebagai bahan utama proyek mengajarkan siswa bahwa benda yang sudah tidak terpakai masih dapat diolah menjadi media pembelajaran yang bernilai dan menarik.

Melalui kegiatan tersebut, siswa juga dilatih untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan bekerja sama, tanggung jawab, ketelitian, serta keterampilan memecahkan masalah. Pembelajaran IPS pun menjadi lebih aktif karena siswa terlibat langsung dalam proses menghasilkan sebuah karya.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPS tidak harus selalu berlangsung melalui buku dan penjelasan di dalam kelas. Dengan pendekatan PJBL, materi peta dapat dikemas menjadi proyek kreatif yang menggabungkan pengetahuan, keterampilan, kolaborasi, dan kepedulian terhadap pemanfaatan kembali barang bekas.

Dengan demikian, proyek pembuatan peta dari bubur koran bekas menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual di kelas VII A khususnya dan seluruh siswa MTsN 14 Majalengka pada umumnya yang diharapkan mampu meningkatkan ketertarikan siswa terhadap mata pelajaran IPS sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan berkesan.

Kontributor : Yudi A Krisnanto

Kolaborasi dengan Dispora, Kemenag Majalengka Gelar Senam SAEhat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *