Ligung (Kemenag) — Guru mata pelajaran Bahasa Arab MTsN 3 Majalengka menerapkan metode Mubasyarah (metode langsung) dalam proses pembelajaran di ruang kelas IX H pada Selasa (15/9/2026). Inovasi pembelajaran berbasis praktik percakapan langsung ini dihadirkan untuk meningkatkan kemahiran berbahasa Arab para peserta didik secara aktif dan menyenangkan.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah keterampilan berbicara (Kalam) siswa, menumbuhkan rasa percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa asing, serta mengontekstualisasikan materi pelajaran dengan momen keagamaan saat ini. Melalui metode ini, para siswa dibiasakan untuk berinteraksi tanpa menggunakan bahasa perantara, sehingga mampu menyerap kosakata dan tata bahasa secara alami.
Rangkaian pembelajaran diawali dengan pengondisian kelas dan penyampaian topik utama, yakni Al-Hafl Bimaulidir Rasul (Peringatan Maulid Nabi), yang disesuaikan dengan suasana bulan Rabiul Awal. Guru Bahasa Arab, H. Anang Nugraha, S.Ag., memandu siswa melakukan simulasi dialog (Hiwar) secara langsung berpasangan di depan kelas. Para siswa kelas IX H tampak sangat antusias dan bersemangat saat mencoba mempraktikkan ungkapan-ungkapan bahasa Arab sesuai skenario yang diberikan.
Dalam kesempatan tersebut, guru mata pelajaran Bahasa Arab MTsN 3 Majalengka, H. Anang Nugraha, S.Ag., menjelaskan bahwa penggunaan metode Mubasyarah terbukti ampuh memecah kekakuan siswa dalam melafalkan kalimat bahasa Arab.
“Melalui metode langsung ini, kami mengajak siswa untuk tidak takut salah dalam berbicara. Tema Maulid Nabi dipilih agar pembelajaran terasa lebih hidup dan dekat dengan keseharian mereka di bulan yang mulia ini,” ujar Anang Nugraha.
Menanggapi penerapan metode inovatif tersebut, Kepala MTsN 3 Majalengka, Dr. H. Dede Sofyan Hadi, M.Ag., memberikan apresiasi tinggi dan berharap langkah ini dapat mencetak generasi peserta didik yang unggul di bidang kebahasaan.
“Kami sangat mendukung pembelajaran interaktif seperti ini. Harapannya, para siswa tidak hanya mahir berbahasa Arab di kelas, tetapi juga semakin berani mengukir prestasi pada ajang perlombaan, seperti pidato bahasa Arab. Kita ingin mengulang dan mempertahankan tradisi juara yang pernah diraih madrasah kita,” tegas Dede Sofyan Hadi.
Sebagai langkah tindak lanjut, pihak madrasah akan terus mendorong pengembagan metode pembelajaran berbasis praktik di seluruh jenjang kelas, serta melakukan pembinaan khusus bagi siswa yang berpotensi diproyeksikan mengikuti ajang kompetisi bahasa Arab tingkat kabupaten maupun provinsi.
Melalui keberlanjutan inovasi pembelajaran ini, diharapkan kualitas kemampuan bahasa asing siswa MTsN 3 Majalengka semakin meningkat, sekaligus memberikan dampak positif terhadap penguatan mutu pendidikan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.
Kontributor: Putri Siti Reykhani


Komentar