Berita Kemenag MTsN

Sidak MTsN 10 Majalengka, Kemenag Tekankan Integritas dan Peningkatan Kualitas Layanan Pendidikan

Majalengka (Kemenag) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke MTsN 10 Majalengka, Rabu (12/8/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan pembelajaran sekaligus memastikan layanan pendidikan kepada peserta didik berjalan optimal.

Sidak dipimpin oleh Kasubbag Tata Usaha Kemenag Majalengka, Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag., didampingi Plt. Kasi Pendidikan Madrasah, H. Ade Firmansyah, M.Pd.I., dan Kasi Bimas Islam, H. Sofyan Firdaus, S.H., M.H.

Dalam kunjungan tersebut, jajaran Kemenag Majalengka memantau aktivitas pembelajaran, kondisi peserta didik, serta kedisiplinan guru dalam melaksanakan tugas mengajar. Pengawasan ini menjadi bagian dari upaya memastikan penyelenggaraan pendidikan di madrasah benar-benar memberikan layanan terbaik kepada peserta didik.

Dr. H. Heru Hoerudin menegaskan bahwa madrasah merupakan bagian dari layanan publik Kementerian Agama yang senantiasa mendapat perhatian dan pemantauan masyarakat. Karena itu, seluruh jajaran madrasah harus menjaga integritas, disiplin, profesionalitas, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

“Banyak yang memantau kinerja Kementerian Agama, termasuk madrasah. Karena itu, kita harus hati-hati dan terus meningkatkan integritas,” tegasnya.

Pembelajaran Aqidah Akhlak MTsN 1 Majalengka Padukan Presentasi dan Teknologi Digital

Ia mengingatkan bahwa disiplin dalam pembelajaran harus menjadi perhatian utama. Guru yang memiliki jadwal mengajar harus berada di kelas dan melaksanakan proses pembelajaran sebagaimana mestinya. Begitu pula peserta didik diharapkan tetap berada di dalam kelas selama jam pembelajaran, kecuali karena alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Jam mengajar harus ada di kelas. Jangan sampai ada siswa di luar kelas saat jam belajar. Hal-hal seperti ini akan terlihat oleh masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Heru juga menekankan pentingnya menghadirkan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pendidikan. Pendidikan harus dibangun dengan menumbuhkan cinta kepada diri sendiri, cinta kepada lingkungan, dan cinta kepada Tuhan.

Ia mengutip pemikiran Prof. Ahmad Tafsir bahwa salah satu syarat menjadi guru adalah memiliki cinta terhadap peserta didik. Menurutnya, ketika seorang guru telah mencintai peserta didiknya, maka akan muncul kesungguhan untuk mengerahkan seluruh daya dan upaya demi kemajuan mereka.

“Ketika sudah cinta kepada peserta didik, maka kita akan mengerahkan segala daya upaya untuk kemajuan peserta didik,” ungkapnya.

SIGAP BAZNAS Jadi Sarana Siswa MTsN 11 Majalengka Menumbuhkan Kebiasaan Berinfak

Nilai cinta tersebut, lanjutnya, harus diwujudkan dalam bentuk nyata melalui perhatian terhadap peserta didik, keteladanan, kedisiplinan, kesungguhan mengajar, serta kepedulian terhadap perkembangan akademik maupun karakter mereka.

Heru juga mengajak seluruh jajaran madrasah untuk membangun budaya saling mengingatkan. Menurutnya, saling mengingatkan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan menjadi bagian dari kepedulian bersama terhadap kemajuan pendidikan.

“Kalau ada yang kurang, kita ingatkan dan kita perbaiki bersama. Saling mengingatkan untuk kemajuan pendidikan,” tuturnya.

Sidak tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan bagi MTsN 10 Majalengka agar terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Dengan integritas yang kuat, disiplin dalam melaksanakan tugas, serta pendidikan yang dilandasi cinta, madrasah diharapkan mampu memberikan layanan terbaik dan terus mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Kontributor : Taupik Hidayat

Pertemuan DWP Kemenag Majalengka: Kakankemenag Ingatkan Budaya Kerja dan Peran Strategis Istri ASN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *