Berita Daerah

Pembelajaran Aqidah Akhlak MTsN 1 Majalengka Padukan Presentasi dan Teknologi Digital

Leuwimunding (Kemenag) — Siswa kelas 9.1 MTsN 1 Majalengka mengikuti pembelajaran Aqidah Akhlak berbasis presentasi kelompok yang memadukan materi keagamaan dengan teknologi digital, Jumat (4/9/2026). Berlangsung pada jam pelajaran ke-5 dan ke-6 di ruang kelas 9.1, pembelajaran dikemas melalui materi “Akhlak Terpuji: Produktif dalam Islam” dengan pendekatan yang mendorong siswa aktif mencari, mengolah, dan menyampaikan pengetahuan.

Dalam pembelajaran tersebut, siswa bekerja dalam kelompok untuk menyiapkan bahan presentasi sesuai materi yang diberikan. Mereka diberi ruang untuk menentukan cara penyajian dan mengembangkan kreativitas masing-masing kelompok. Sebagian besar kelompok memanfaatkan aplikasi Canva untuk menyusun bahan tayang yang lebih visual dan interaktif.

Aktivitas tersebut membuat proses belajar tidak berhenti pada pemahaman materi dari buku atau penjelasan guru. Siswa juga berlatih memilih informasi yang relevan, mengemasnya menjadi bahan presentasi, kemudian menyampaikan hasilnya kepada teman-teman sekelas.

Guru Mata Pelajaran Aqidah Akhlak MTsN 1 Majalengka, Anna Na’imah Nasir, S.Pd.I., mengatakan penggunaan teknologi dalam pembelajaran diarahkan untuk mempertemukan pemahaman keagamaan dengan keterampilan yang dibutuhkan siswa pada era digital.

“Setiap kelompok diberi tugas mencari bahan, lalu mengolahnya menjadi materi presentasi yang menarik. Integrasi mata pelajaran agama dengan teknologi merupakan bagian dari penguatan kurikulum saat ini,” ujar Anna.

Peringati Hari Santri 2026, MTsN 9 Majalengka Gelar Upacara Khidmat dan Gaungkan Peran Santri untuk Indonesia Emas

Menurutnya, proses presentasi juga memberikan pengalaman belajar yang lebih luas. Selain mengenal dan menggunakan platform digital, siswa dituntut mampu menyampaikan kembali pengetahuan yang telah mereka pelajari kepada orang lain.

“Siswa tidak hanya dilatih menggunakan platform digital, tetapi juga diuji mental dan kemampuannya dalam menyalurkan ilmu kepada sesama teman,” lanjutnya.

Materi tentang produktivitas dalam Islam menjadi konteks yang relevan untuk pembelajaran tersebut. Siswa tidak sekadar memahami konsep akhlak terpuji secara teoritis, tetapi juga diarahkan untuk melihat bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan melalui sikap aktif, kreatif, bertanggung jawab, dan mampu memanfaatkan waktu serta teknologi secara tepat.

Pendekatan berbasis proyek yang diterapkan dalam pembelajaran juga memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman. Pembagian tugas dalam kelompok melatih kerja sama, sementara proses menyusun dan mempresentasikan materi membantu mengembangkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri.

Penggunaan Canva oleh sebagian besar kelompok menunjukkan bahwa perangkat digital dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pembelajaran, bukan sekadar sarana hiburan. Dengan mengolah materi keagamaan ke dalam bentuk visual, siswa belajar menyampaikan pesan secara lebih terstruktur dan mudah dipahami oleh teman sebayanya.

Kasubag TU Ajak Pramuka MTsN 10 Majalengka Jaga Alam dan Bangun Karakter Positif

Bagi madrasah, pola pembelajaran semacam ini menjadi salah satu cara untuk menghadirkan proses pendidikan yang responsif terhadap perkembangan teknologi tanpa mengesampingkan substansi pendidikan agama. Pengetahuan keislaman tetap menjadi pijakan, sementara teknologi digunakan sebagai media untuk memperkaya pengalaman belajar siswa.

Melalui pembelajaran tersebut, siswa kelas 9.1 MTsN 1 Majalengka memperoleh pengalaman untuk mengembangkan pemahaman keagamaan sekaligus keterampilan abad ke-21. Kemampuan bekerja sama, mengolah informasi, menggunakan teknologi, berkomunikasi, dan menyampaikan gagasan menjadi bagian yang tumbuh bersama penguasaan materi Aqidah Akhlak.

Pembelajaran inovatif seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sehingga teknologi semakin fungsional dalam mendukung proses pendidikan. Pada akhirnya, pemanfaatan teknologi bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan menjadi sarana untuk membantu siswa memahami ilmu, mengasah keterampilan, dan menerapkan nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

editor: D.Win

Perkuat Tata Kelola BMN dan Keprotokolan, MTsN 5 Majalengka Terima Pendampingan Tim Pusat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *