Weragati (KEMENAG) — Dalam upaya membentengi moral siswa dari penyakit hati dan memperkuat keikhlasan beribadah, MTsN 13 Majalengka mengajak seluruh siswanya untuk meluruskan niat melalui kegiatan pembiasaan sholat Dhuha berjamaah dan mauidhoh hasanah pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Musholla An-Nur MTsN 13 Majalengka ini diikuti secara khidmat oleh seluruh civitas akademika madrasah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan ibadah sholat Dhuha berjamaah yang diimami oleh Dede Yayan T., S.Ag. Usai pelaksanaan sholat, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian mauidhoh hasanah (tausiyah keagamaan) oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Sulaeman, M.Pd.I.
Dalam paparan nasehat keagamaannya, Sulaeman menekankan pentingnya menjaga keikhlasan niat dalam setiap ibadah serta menjauhi sifat riya (keinginan untuk dilihat, dipuji, dan dihati oleh orang lain).
“Riya merupakan salah satu penyakit hati yang dapat merusak keikhlasan amal. Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya senantiasa meluruskan niat dalam beribadah dan berbuat kebaikan, semata-mata mengharap rida Allah Swt.,” tegas Sulaeman.
Ia juga mengutip firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an Surat Al-Ma’un ayat 4–6:
فَوَيْلٌ لِّلمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ
“Maka celakalah orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya, yang berbuat ria.” (QS. Al-Ma’un: 4–6)
Serta menguatkannya dengan hadis Rasulullah saw.:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
“Sesungguhnya setiap amal itu bergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sulaeman mengajak seluruh peserta untuk membiasakan diri berbuat baik secara ikhlas tanpa mengharapkan pujian manusia, serta menjadikan rida Allah Swt. sebagai tujuan utama dalam setiap amal perbuatan.
Kegiatan pembiasaan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan murid kepada Allah Swt., membiasakan ibadah sunnah, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menanamkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, nasihat keagamaan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman siswa akan pentingnya kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan rasa hormat kepada guru serta sesama.
Sebagai tindak lanjut, madrasah akan konsisten menjalankan program pembiasaan spiritual ini secara rutin guna membentuk karakter murid MTsN 13 Majalengka yang religius, berakhlakul karimah, dan istiqamah dalam menjalankan kebaikan—baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dalam mendukung peningkatan kualitas pembinaan mental spiritual serta layanan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama.
Kontributor : Obay Bashori


Komentar