Sumedang (KEMENAG) – Dalam upaya meningkatkan kapasitas, integritas, dan profesionalisme aparatur, para Penghulu dari Kabupaten Majalengka turut serta dalam kegiatan “Pembinaan Pegawai Jabatan Fungsional Penghulu Tingkat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat”. Agenda strategis ini berlangsung selama dua hari, mulai Kamis hingga Jumat (16–17/7/2026), bertempat di Bumi Perkemahan Kiarapayung, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang.
Kegiatan yang bertajuk SILATHULU ini menjadi momentum krusial bagi seluruh penghulu se-Jawa Barat untuk memperkuat sinergi dalam memberikan pelayanan keagamaan yang lebih adaptif dan prima kepada masyarakat. Kontingen Kabupaten Majalengka hadir dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.PKim., didampingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, H. Sofyan Firdaus, M.H.
Arahan Dirjen Bimas Islam: Penghulu sebagai Pilar Keluarga Sakinah
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., dalam sambutannya saat membuka acara, menegaskan bahwa penghulu memiliki posisi strategis di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa peran penghulu tidak lagi sebatas pencatatan administratif pernikahan.

“Penghulu harus bertransformasi menjadi pendamping masyarakat dalam membangun keluarga sakinah. Di tengah tantangan tingginya angka perceraian di Jawa Barat, peran edukasi dan pendampingan bagi calon pengantin sangat krusial. Saya berharap penghulu mampu menjadi garda terdepan dalam membina keluarga agar tercipta rumah tangga yang harmonis, tangguh, dan berkualitas,” tegas Abu Rokhmad.
Apresiasi Kanwil Kemenag Jawa Barat dan Inovasi Layanan
Senada dengan Dirjen, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi atas soliditas para penghulu. Ia juga menyoroti prestasi Jawa Barat yang sukses meraih peringkat pertama nasional dalam pelaksanaan Rashdul Kiblat.
“Kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi menyambut Milad APRI ke-13, melainkan media penguatan soliditas dan komitmen pelayanan. Kami telah meluncurkan sejumlah program prioritas seperti Ngaji Regulasi, Fiqih Munakahat, Pepeling, hingga Layanan Cinta. Inovasi ini harus diimplementasikan oleh seluruh penghulu guna meningkatkan standar kualitas layanan kepenghuluan di setiap daerah,” ujar Dudu.

Harapan Kemenag Majalengka
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.PKim., menyatakan dukungan penuh atas penguatan kapasitas ini. Ia berharap para penghulu dari Majalengka dapat menyerap seluruh materi pembinaan dengan baik dan mengaplikasikannya di lapangan.
“Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen nyata dalam mencetak aparatur yang profesional dan berintegritas. Harapan saya, sekembalinya dari kegiatan ini, rekan-rekan penghulu dapat mengimplementasikan hasil diskusi dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) secara nyata. Kita harus mampu menghadirkan pelayanan yang lebih humanis dan solutif bagi masyarakat Majalengka, demi mendukung terwujudnya keluarga Indonesia yang sakinah, mawaddah, wa rahmah,” ujar Euis.

Selama dua hari kegiatan, para peserta mengikuti serangkaian agenda padat, mulai dari capacity building, penguatan karakter, hingga diskusi teknis kepenghuluan. Acara ini juga diwarnai dengan peluncuran Eco Village Catin dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Beasiswa Madrasah sebagai upaya konkret memperkuat ekosistem layanan keagamaan di Jawa Barat.
Kontributor : Sofwan Farohi


Komentar