Bantarujeg (KEMENAG) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka terus berkomitmen mendorong penguatan ekonomi di lingkungan pendidikan keagamaan. Hal ini ditegaskan melalui peninjauan langsung program kemandirian pondok pesantren oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kankemenag Majalengka H. Ade Firmansyah, S.Sos.I., M.Pd.I. pada Senin, (11/5/2026).
Kegiatan monitoring dan pembinaan ini menyasar pengembangan unit usaha pesantren yang diproyeksikan mampu menyokong kemandirian ekonomi lembaga sekaligus membekali santri dengan jiwa kewirausahaan.
Dalam agenda tersebut, rombongan meninjau dua lokasi pesantren dengan karakteristik usaha yang berbeda:
1. Ponpes Falaahul Qodiiri (Cikijing): Berlokasi di Blok Kulisi, Desa Sukasari, pesantren ini sukses mengembangkan unit usaha produksi tahu kuning dan putih. Dengan bahan baku mencapai 3 kuintal kedelai per hari, produk mereka telah menembus pasar regional seperti Kabupaten Kuningan, Pasar Rajagaluh, hingga Pasar Kadipaten.
2. Ponpes Daarur Rohmah (Bantarujeg): Terletak di Blok Cilegok, Desa Cimanggu Hilir, pesantren ini mengelola unit usaha laundry. Menyesuaikan kondisi geografis pedesaan, unit usaha ini secara kreatif membidik ceruk pasar pencucian karpet yang peminatnya lebih tinggi dibandingkan laundry pakaian harian.
Kasi PD Pontren Kankemenag Majalengka Ade Firmansyah memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi kedua pesantren dalam menjalankan unit usaha produktif tersebut. Menurutnya, pesantren masa kini harus mampu bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat.
”Program kemandirian ini adalah langkah strategis. Pesantren membuktikan mampu mengembangkan potensi usaha yang relevan dengan kebutuhan lingkungan sekitarnya. Ini bukan sekadar bisnis, tapi sarana life skill bagi para santri,” ujar Ade.
Ia juga menekankan pentingnya manajemen yang profesional agar unit usaha tersebut dapat bersaing secara sehat di pasar luas.
”Kami berharap unit usaha ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi pondok pesantren lain di Majalengka. Kemandirian ekonomi akan meningkatkan daya saing serta martabat lembaga pendidikan kita,” tambahnya.
Melalui peninjauan ini, Kemenag Kabupaten Majalengka menegaskan komitmennya untuk mendampingi pesantren dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan, di mana aspek spiritualitas dan kesejahteraan ekonomi berjalan beriringan.
Kontributor : Aef Anwar


Komentar