Majalengka (KEMENAG) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka menyelenggarakan Rapat Dinas Tetap (Radintap) yang dihadiri oleh seluruh Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) se-Kabupaten Majalengka pada Selasa (12/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Meeting Rumah Makan Nera Majalengka ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi serta mengevaluasi program kerja pendidikan madrasah.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kemenag Majalengka, Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag., yang didampingi oleh Plt. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad), H. Ade Firmansyah, S.Sos.I., M.Pd.I. Turut hadir membersamai, Ketua Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Kabupaten Majalengka, H. Mahmud Saenun, M.Si., beserta 15 Kepala MTsN dari berbagai wilayah di Kabupaten Majalengka.
Dalam arahannya, H. Heru Hoerudin memberikan pesan mendalam mengenai filosofi pengabdian seorang pendidik dengan menganalogikan peran kepala madrasah seperti kisah Tenzing Norgay yang setia membimbing Edmund Hillary mencapai puncak Everest. Ia menegaskan bahwa tugas utama penyelenggara pendidikan adalah menjadi pemandu (guide) yang menghantarkan peserta didik menuju puncak prestasi, meskipun tanpa penghargaan yang terlihat secara fisik.
Lebih lanjut, Heru menekankan pentingnya akselerasi digital di lingkungan madrasah agar para pimpinan lembaga mampu beradaptasi dengan sistem administrasi nirkertas (paperless), seperti implementasi e-Ijazah, rapor digital, hingga pengelolaan data berbasis cloud. Namun, ia mengingatkan agar modernisasi tersebut tetap menjaga orisinalitas pendidikan Islam yang menyeimbangkan antara nalar dan aspek spiritualitas (Qolbu).
“Kita harus memastikan bahwa pengembangan berpikir kritis (critical thinking) pada siswa tidak mengabaikan tradisi hafalan, khususnya dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadits dan Bahasa Arab, karena hal tersebut merupakan fondasi kepercayaan diri mereka di tengah masyarakat,” ujar Heru.
Ia juga meminta setiap kepala madrasah dan guru Bimbingan Konseling (BK) untuk melakukan pengawasan siswa secara holistik, guna memahami suasana kebatinan serta mengantisipasi pengaruh negatif lingkungan luar, termasuk potensi paparan paham radikalisme.
Ketua KKMTs Kabupaten Majalengka, H. Mahmud Saenun, M.Si., memberikan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan rapat dinas ini sebagai wadah silaturahmi sekaligus sinkronisasi kebijakan. Ia menegaskan bahwa forum Radintap adalah kunci keselarasan mutu antar-madrasah negeri di Majalengka.
“Radintap ini merupakan momentum penting bagi kita semua untuk menyamakan persepsi dan langkah dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks. Melalui forum ini, kita memastikan bahwa seluruh kebijakan Kemenag dapat terimplementasi dengan baik dan seragam di 15 MTsN yang ada, demi mewujudkan madrasah yang mandiri dan berprestasi,” tegas Mahmud Saenun.
Acara ditutup dengan sesi diskusi dan evaluasi teknis terkait persiapan administrasi akhir tahun pelajaran yang dipandu oleh Seksi Pendidikan Madrasah.
Kontributor : Endang Mu’min


Komentar