Majalengka (Kemenag) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka memperkuat peran tim kehumasan sebagai garda depan penyampaian informasi publik. Penguatan tersebut dipimpin langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha, Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag., dan Penyelenggara Zakat dan Wakaf, H. Taufik Hidayat, S.H., M.Hk., Senin (24/8/2026).
Pertemuan ini menjadi ruang untuk menyamakan persepsi sekaligus mengevaluasi ritme kerja kehumasan di lingkungan Kemenag Majalengka. Kepala Kantor menekankan bahwa kerja humas tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Kekompakan, komunikasi, dan pembagian peran menjadi bagian penting agar setiap informasi kegiatan dapat tersampaikan kepada masyarakat dengan baik.
Menurut Euis, tim humas perlu membangun kerja sama yang lebih kuat. Setiap anggota harus memahami perannya masing-masing, namun tetap mampu bergerak sebagai satu tim dalam mengelola informasi dan publikasi.
“Yang paling penting adalah kerja sama tim. Humas harus kompak. Kalau kita bekerja bersama-sama dan saling mendukung, hasilnya tentu akan lebih baik,” tegasnya.
Selain kekompakan, kecepatan menjadi perhatian utama dalam pengelolaan publikasi. Euis menginginkan informasi kegiatan Kemenag Majalengka dapat disampaikan secara actual.
Ia menekankan pentingnya membangun ritme kerja yang cepat agar berita dan konten kegiatan dapat segera hadir di berbagai kanal komunikasi. Website, Instagram, TikTok, dan media sosial lainnya harus dimanfaatkan secara aktif sebagai sarana menyampaikan program dan kegiatan Kementerian Agama kepada masyarakat.
“Berita harus update dan real time. Jangan sampai kegiatannya sudah lama selesai, tetapi informasinya baru muncul beberapa hari kemudian. Bahkan kalau memungkinkan, kegiatan belum selesai, beritanya sudah bisa tayang,” ujarnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan publikasi sekaligus menghadirkan wajah Kemenag Majalengka yang lebih aktif di ruang digital. Namun, menurut Euis, kehadiran di media sosial tidak cukup hanya dengan rutin mengunggah konten. Tim humas juga harus mampu berpikir kreatif agar informasi yang disampaikan menarik perhatian masyarakat.
Euis mengingatkan bahwa kualitas sebuah publikasi sangat ditentukan oleh kemampuan memilih kata. Humas memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi secara tepat sekaligus menjaga citra lembaga. Informasi positif dan kegiatan yang memberikan manfaat kepada masyarakat perlu dikemas dengan bahasa yang menarik, tanpa menghilangkan substansi.
“Pintar-pintarlah memilih kata. Yang baik-baik kita angkat. Jangan sampai kata-kata yang kita gunakan justru menimbulkan polemik. Humas harus mampu memilih bahasa yang dapat mengangkat nama baik instansi,” pesannya.
Pemilihan judul berita juga mendapat perhatian khusus. Judul, menurut Euis, menjadi pintu pertama yang menentukan ketertarikan pembaca terhadap sebuah berita. Karena itu, tim humas didorong untuk tidak menggunakan judul yang datar, melainkan mencari sudut pandang yang kuat dan tetap sesuai fakta.
Tidak kalah penting, unsur visual juga menjadi bagian dari perhatian. Tim humas diminta memilih foto yang paling menarik dan mampu menggambarkan inti kegiatan dengan baik.
Khusus dalam publikasi yang melibatkan pimpinan, Euis mengingatkan pentingnya menjaga marwah pimpinan melalui pemilihan foto yang tepat. Foto yang digunakan harus memperlihatkan sosok pimpinan secara baik, pantas, dan profesional.
Dalam penguatan tersebut, pembagian tugas menjadi salah satu langkah yang akan ditindaklanjuti. Kepala Subbagian Tata Usaha akan menunjuk dan mengatur tugas serta tanggung jawab masing-masing personel sesuai kebutuhan kerja kehumasan.
Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha menegaskan bahwa seluruh platform media sosial Kemenag Majalengka harus aktif dan terus diperbarui. Ia juga menekankan perlunya meningkatkan kecepatan kerja tim dalam merespons setiap kegiatan yang memiliki nilai publikasi.
Penguatan tim kehumasan ini diharapkan menjadi titik awal bagi Kemenag Majalengka untuk membangun pola kerja publikasi yang lebih cepat, kreatif, dan terkoordinasi. Dengan informasi yang aktual, bahasa yang tepat, serta kemasan visual yang menarik, setiap program dan layanan Kementerian Agama diharapkan dapat lebih mudah diketahui dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kontributor: D. Winarti


Komentar