Majalengka (KEMENAG) — Dalam rangka memastikan kelancaran tahapan uji peningkatan profesionalisme aparatur, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka menggelar Pra Penilaian Kompetensi (Gladi Resik) bagi para Penyuluh Agama pada Selasa (21/7/2026).
Kegiatan yang difokuskan pada simulasi teknis secara daring (Zoom) ini dipusatkan di satu titik lokasi, yakni Aula Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka. Tercatat, sebanyak delapan orang peserta Penyuluh Agama jenjang Ahli Muda yang diproyeksikan naik ke jenjang Ahli Madya antusias mengikuti jalannya kegiatan.
Turut hadir memantau langsung jalannya gladi resik tersebut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim. Dalam peninjauannya, beliau didampingi oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, H. Heru Hoerudin, M.Ag., serta Kepala Seksi Bimas Islam, H. Sofyan Firdaus, S.H., M.H. Kehadiran unsur pimpinan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran teknis dan memberikan dukungan moral kepada para peserta.
Pelaksanaan Pra Penilaian Kompetensi ini merupakan langkah tindak lanjut dari Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama RI tentang Jadwal dan Tata Tertib Pelaksanaan Penilaian Kompetensi Penyuluh Agama Islam.
Fokus utama dari simulasi ini adalah uji coba pemanfaatan sistem teknologi informasi. Langkah ini diambil untuk mengukur kesiapan infrastruktur dan mengantisipasi kendala teknis jaringan, sehingga proses asesmen yang sesungguhnya dapat berjalan tertib dan lancar.
Selain pengujian sistem, gladi resik ini menjadi momentum krusial bagi peserta untuk memahami alur, memetakan kesiapan diri, dan mengevaluasi kekurangan sebelum hari pelaksanaan. Adaptasi terhadap standar yang dipersyaratkan pada jenjang Ahli Madya sangat penting agar setiap penyuluh dapat tampil maksimal.
Sebagai garda terdepan Kemenag dalam memberikan edukasi dan bimbingan keagamaan, Penyuluh Agama memegang peranan strategis untuk membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, moderat, dan berlandaskan nilai-nilai agama. Oleh karena itu, kesiapan teknis dan mental melalui uji kompetensi ini menjadi fondasi penting dalam menghadapi dinamika sosial masyarakat yang kian kompleks.
Diharapkan, melalui persiapan yang matang pada hari ini, para peserta semakin siap menghadapi Penilaian Kompetensi sesungguhnya yang dijadwalkan berlangsung esok hari, Rabu (22/7/2026). Kelulusan dan peningkatan jenjang ini nantinya diyakini akan bermuara pada peningkatan kualitas serta profesionalisme layanan bimbingan agama bagi masyarakat di Kabupaten Majalengka.
Kontributor : Dayat/Pupung


Komentar