Majalengka (KEMENAG) – Inspektur I Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama RI, Ahmadun, S.Ag., M.Pd., melakukan kunjungan kerja dalam rangka pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Selasa (14/7/2026). Bertempat di Aula KPRI Hikmah, kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat komitmen pembangunan Zona Integritas (ZI) demi menghadirkan pelayanan publik yang bersih, akuntabel, dan melayani.
Dalam kunjungan tersebut, Ahmadun didampingi oleh Pengendali Teknis Usup Rahman Hakim, Ketua Tim ZI Muhammad Althaf, beserta jajaran anggota tim. Hadir pula dalam acara tersebut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., Kasubag TU Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag., para Kepala Seksi, Kepala KUA, Pengawas Madrasah dan PAI, Kepala Madrasah Negeri, serta seluruh elemen terkait termasuk komite sekolah dan tim kerja ZI Kemenag Majalengka.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Majalengka, Euis Damayanti menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran tim dari Inspektorat Jenderal. Ia menekankan bahwa kehadiran tim tersebut merupakan anugerah yang diharapkan dapat memberikan pencerahan bagi jajarannya dalam upaya meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Ini adalah tahun keempat kami berjuang untuk pembangunan ZI. Melalui pembinaan ini, kami berharap dapat memahami apa yang harus ditingkatkan dan diperbaiki sehingga pada waktunya nanti, kita lolos sebagai satuan kerja yang berpredikat wilayah bebas korupsi,” ujar Euis.
Lebih lanjut, Euis memaparkan tantangan besar yang dihadapi Kemenag Majalengka dalam membina 1.275 ASN yang tersebar di 25 madrasah negeri dan 26 KUA. Ia menegaskan bahwa seluruh jajarannya saat ini telah memiliki kesiapan penuh untuk membangun zona integritas secara substansial, bukan sekadar administratif.
Sementara itu, Inspektur I Inspektorat Jenderal Kemenag RI, Ahmadun menekankan dalam paparannya bahwa pembangunan Zona Integritas adalah agenda strategis Reformasi Birokrasi yang menempatkan integritas sebagai fondasi utama. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan ZI tidak lagi diukur dari banyaknya tumpukan dokumen administratif, melainkan dari dampak nyata (real impact) yang dirasakan masyarakat.

“Pembangunan Zona Integritas bukanlah perlombaan mengumpulkan dokumen atau mengejar penghargaan semata. Indikator keberhasilannya adalah meningkatnya kepuasan masyarakat, membaiknya kualitas pelayanan, dan tumbuhnya kepercayaan publik terhadap pemerintah,” jelas Ahmadun.
Ahmadun juga menggarisbawahi pentingnya manajemen risiko sebagai fondasi integritas agar organisasi mampu melakukan mitigasi dini sebelum permasalahan berkembang menjadi penyimpangan. Selain itu, ia menekankan peran krusial kepemimpinan yang berintegritas sebagai teladan bagi seluruh pegawai dalam menciptakan budaya kerja yang sehat.

Kegiatan pembinaan ini menjadi momentum bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Kemenag Majalengka untuk bertransformasi. Dengan sinergi antara kepemimpinan yang kuat, inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat, dan manajemen risiko yang terukur, Kemenag Majalengka optimistis dapat mewujudkan birokrasi yang profesional, bersih, melayani, serta semakin dipercaya oleh masyarakat.
Kontributor : Endang Mu’min


Komentar