Berita Kemenag KUA
Beranda » Berita » Hadiri Supervisi KUA, Kepala Kantor Kemenag Majalengka Tekankan Integritas Penghulu dan Empat Kompetensi Penyuluh

Hadiri Supervisi KUA, Kepala Kantor Kemenag Majalengka Tekankan Integritas Penghulu dan Empat Kompetensi Penyuluh

Sumberjaya (KEMENAG) — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., memberikan arahan tegas terkait integritas aparatur, khususnya bagi para penghulu. Ia meminta agar segala bentuk praktik menyimpang dan pungutan liar (pungli) segera dibersihkan, serta aturan mengenai biaya atau tarif nikah disampaikan secara transparan dan jelas kepada masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Supervisi Pencatatan Nikah dan Rujuk Triwulan II Tahun 2026 yang menyasar Kantor Urusan Agama (KUA) Sumberjaya dan KUA Jatiwangi. Kegiatan pengawasan yang diselenggarakan secara terpusat di Rumah Makan Neng Fika, Kecamatan Palasah pada Senin (13/7/2026) ini, menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja layanan publik sekaligus menguatkan komitmen aparatur KUA dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Jauhi Pungli dan Tampil Bermartabat

Dalam kesempatan tersebut, Euis juga menitipkan pesan moral yang mendalam agar penghulu senantiasa menjaga muruah jabatannya. “Seorang penghulu harus memiliki ‘wajah yang kaya’. Artinya, harus tampil bermartabat, berwibawa, penuh syukur, dan tidak menunjukkan gestur seperti orang yang mengharap pemberian,” tambahnya.

Empat Kompetensi Dasar Penyuluh Agama di Era Digital

Kakanwil Kemenag Jabar Monev KUA Sumberjaya: Tekankan Kebersihan dan Siapkan Program Rehabilitasi

Beralih kepada peran penyuluh agama, Kakankemenag mengingatkan kembali tentang empat kompetensi dasar yang mutlak harus dimiliki dan terus diasah oleh setiap penyuluh dalam menjalankan tugas dakwahnya:

  1. Kompetensi Substantif: Penyuluh harus benar-benar menguasai fondasi keilmuan dan materi dasar keagamaan yang akan disampaikan kepada umat.
  2. Kompetensi Metodologis: Penyuluh dituntut mampu menggunakan cara-cara modern dalam berdakwah. “Setiap penyuluh wajib memiliki akun media sosial, minimal TikTok. Buat jadwal yang teratur, dan lakukan siaran langsung (live) minimal satu kali sehari selama 30 menit. Buat kemasannya semenarik mungkin agar edukasi kita sampai ke masyarakat luas,” arahannya.
  3. Kompetensi Sosial: Kemampuan penyuluh untuk membaur, berkomunikasi dengan baik, dan diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.
  4. Kompetensi Personal: Penyuluh harus mampu menjadi teladan (uswatun hasanah). Harus memiliki jiwa penolong, siap membantu umat, senantiasa jujur, serta menjunjung tinggi kedisiplinan kerja.

Apresiasi Capaian Rashdul Qiblat dan Persiapan Zona Integritas

Sebelumnya, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, H. Sofyan Firdaus, S.H., M.H., mengawali kegiatan dengan memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran KUA Sumberjaya dan KUA Jatiwangi atas dedikasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Sofyan menyampaikan kabar menggembirakan terkait capaian program kalibrasi arah kiblat atau Rashdul Qiblat.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja jajaran KUA. Capaian partisipasi program Rashdul Qiblat di wilayah kita sangat luar biasa, sukses melampaui target hingga lebih dari 100 persen,” ungkapnya bangga.

Tinjau Pembangunan KUA Sukahaji Berdana SBSN, Kakanwil Kemenag Jabar Apresiasi Progres Capaian Kerja

Selain itu, Sofyan juga mengingatkan jajaran aparatur untuk bersiap menyambut kedatangan tim Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag RI. Tim tersebut dijadwalkan hadir dalam rangka penilaian dan pendampingan Pembangunan Zona Integritas (ZI) di lingkungan Kemenag Majalengka menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Melalui pelaksanaan supervisi terpadu ini, diharapkan jajaran KUA Sumberjaya dan KUA Jatiwangi dapat semakin mengukuhkan diri sebagai pelayan masyarakat yang bersih, berintegritas, dan inovatif dalam menghadirkan program-program Kementerian Agama di tengah masyarakat.

Kontributor : Pupung Purnama Giri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *