Berita Kemenag

ASN Kemenag Majalengka Perkuat Pemahaman Al-Qur’an dan Bahasa Arab

Majalengka (KEMENAG) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., bersama jajaran mengikuti kegiatan tadarus Al-Qur’an dan pembelajaran bahasa Arab yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 900 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama se-Jawa Barat. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si.; Pelaksana Tugas Kepala Bagian Tata Usaha; para kepala bidang; kepala kantor Kemenag kabupaten dan kota; serta jajaran ASN Kemenag se-Jawa Barat.

Dari Kankemenag Kabupaten Majalengka, kegiatan diikuti Kepala Kantor, Kepala Subbagian Tata Usaha, para kepala seksi, Penyelenggara Zakat dan Wakaf, serta seluruh ASN di lingkungan Kankemenag Kabupaten Majalengka.

Kegiatan diawali dengan tadarus QS. Al-Baqarah ayat 63 yang dilanjutkan dengan pembahasan tafsir oleh KH. Asep Anom.

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّورَ خُذُوا مَا آتَيْنَاكُم بِقُوَّةٍ وَاذْكُرُوا مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

MTsN 10 Majalengka Kirim Tujuh Siswa Ikuti OMI 2026

“Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu dan Kami angkat gunung (Sinai) di atasmu (seraya berfirman), ‘Pegang teguhlah apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah apa yang ada di dalamnya agar kamu bertakwa.’”

Dalam penjelasannya, KH. Asep Anom menerangkan bahwa ayat tersebut mengisahkan perjanjian Allah Swt. dengan Bani Israil agar mereka memegang teguh dan mengamalkan ajaran dalam Kitab Taurat.

Pesan ayat tersebut, menurutnya, juga relevan bagi umat Islam agar senantiasa mempelajari, memahami, dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an secara sungguh-sungguh dalam kehidupan sehari-hari.

“Program majelis taklim menjadi sarana bagi kita untuk bersama-sama mengaji, berdiskusi, dan bertadarus Al-Qur’an beserta tafsirnya. Tujuannya agar kita memahami, memegang teguh, serta mengamalkan kandungan Al-Qur’an sehingga menjadi hamba-hamba yang bertakwa,” jelasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan arahan Kasubdirektorat Bina Penyuluh Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Dr. KH. Jamaludin M. Marki, Lc., M.Si.

Keputrian MTsN 7 Majalengka Jadi Ruang Tumbuh Siswi Bekal Ibadah, Karakter, dan Kesehatan Mental

Dalam arahannya, Jamaludin mengapresiasi pelaksanaan tadarus dan pembelajaran bahasa Arab yang secara rutin diselenggarakan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, kegiatan tersebut perlu dipertahankan dan dikembangkan karena memberikan manfaat bagi peningkatan wawasan keagamaan dan kompetensi ASN.

Ia menegaskan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga identitas, jembatan peradaban, serta sarana untuk memahami pemikiran dan kebudayaan suatu bangsa.

“Bahasa adalah kunci peradaban. Jika ingin memahami suatu bangsa atau kaum, kita harus menguasai bahasanya,” ungkapnya.

Menurut Jamaludin, penguasaan bahasa Arab sangat penting bagi umat Islam karena Al-Qur’an, hadis, dan berbagai khazanah keilmuan para ulama menggunakan bahasa Arab. Kemampuan berbahasa Arab akan membantu umat Islam memahami sumber ajaran agama secara lebih tepat dan mendalam.

Ia juga menjelaskan bahwa bahasa Arab memiliki kekayaan kosakata, ketepatan makna, dan kedalaman struktur bahasa. Perubahan susunan kata maupun harakat dapat memengaruhi makna sebuah kalimat. Oleh karena itu, pembelajaran ilmu nahwu, saraf, balagah, dan cabang ilmu bahasa Arab lainnya perlu terus dikembangkan.

Peringati HAORNAS 2026, Ratusan Siswa MTsN 10 Majalengka Ikuti Senam Kebugaran Jasmani

“Dengan menguasai bahasa Arab, kita dapat membaca Al-Qur’an, memahami hadis, serta menyelami khazanah keilmuan para ulama secara lebih mendalam,” tuturnya.

Selain menguasai bahasa Arab, ia mengingatkan pentingnya menjaga dan melestarikan bahasa Indonesia serta bahasa daerah. Perbedaan bahasa merupakan salah satu tanda kebesaran Allah Swt. yang harus dihormati dan dijaga, bukan dijadikan alasan untuk saling merendahkan.

“Bahasa Indonesia mempersatukan kita, sedangkan bahasa Arab mendekatkan kita kepada Al-Qur’an,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Jamaludin menyampaikan tiga pesan utama. Pertama, ASN Kementerian Agama perlu memanfaatkan fasilitas pembelajaran bahasa Arab sebagai sarana memahami Al-Qur’an, hadis, dan sumber-sumber ajaran Islam secara tepat.

Kedua, setiap bahasa harus dimuliakan dan digunakan sesuai tempat serta konteksnya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Ketiga, para penyuluh agama dan ASN yang memiliki kemampuan membaca kitab kuning perlu terus mengasah, mengajarkan, dan mengembangkan kompetensinya dengan menjadikan kitab-kitab ulama yang otoritatif sebagai rujukan.

Ia juga mengingatkan agar perkembangan teknologi kecerdasan artifisial dimanfaatkan secara bijak. Kemudahan memperoleh informasi melalui teknologi tetap harus disertai kehati-hatian, verifikasi, sanad keilmuan, dan rujukan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kemajuan suatu bangsa, daerah, atau desa tidak hanya diraih dengan pedang atau senjata, tetapi juga dengan pena, lisan, dan bahasa,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan pembelajaran bahasa Arab bertema Istiqlal yang dipandu Ustaz Deden Farid dan Ustazah Siti Hurriyah. Melalui kegiatan tersebut, ASN Kementerian Agama diharapkan semakin mencintai Al-Qur’an, meningkatkan kemampuan berbahasa Arab, serta mengimplementasikan nilai-nilai agama dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Kontributor : Endang Mu’min

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *