Berita Kemenag
Beranda » Berita » Akselerasi Karier ASN: Baru Sebulan Dilantik PNS, 40 Pegawai Kemenag Majalengka Sandang Jabatan Fungsional

Akselerasi Karier ASN: Baru Sebulan Dilantik PNS, 40 Pegawai Kemenag Majalengka Sandang Jabatan Fungsional

Majalengka (KEMENAG) – Sebanyak 40 Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka resmi dilantik dan diambil sumpah janjinya sebagai Pejabat Fungsional. Prosesi ini merupakan bagian dari pelantikan massal 1.394 ASN secara serentak oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, M.Si., secara hibrida (luring dan daring) dari Aula Kanwil Kemenag Jabar pada Selasa (23/6/2026).

Untuk tingkat Kabupaten Majalengka, prosesi pelantikan dipusatkan di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Majalengka. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., Kasubag TU, Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag., serta jajaran Kepala Seksi, Penyelenggara Zakat Wakaf, dan Analis SDM Aparatur.

Para pejabat fungsional yang dilantik di Majalengka terdiri atas lintas profesi, meliputi Penghulu, Penyuluh Agama, Guru, dan Tenaga Teknis (Analis Kepegawaian).

Pesan Kakanwil: Sumpah Jabatan sebagai Komitmen Moral

Dalam pengarahan pusat yang diikuti secara daring, Kepala Kanwil Kemenag Jabar, H. Dudu Rohman, M.Si., menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan tahapan lanjutan pascapelantikan PNS pada 21 Mei 2026 di Cirebon sekaligus momentum penguatan manajemen ASN.

Kakanwil Kemenag Jabar Monev KUA Sumberjaya: Tekankan Kebersihan dan Siapkan Program Rehabilitasi

Dudu mengingatkan bahwa ASN masa kini harus banyak bersyukur karena regulasi saat ini memungkinkan pengakuan kompetensi fungsional langsung diberikan pascapelantikan PNS, berbeda dengan proses birokrasi masa lalu yang memakan waktu panjang. Namun, hak istimewa ini menuntut tanggung jawab moral yang besar.

“Sumpah dan janji jabatan yang diucapkan bukan hanya disaksikan oleh hadirin, melainkan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Jadikan ini komitmen moral untuk bekerja jujur, disiplin, dan profesional,” tegas Dudu.

Lebih lanjut, Kakanwil berpesan agar seluruh ASN menjadi long-life learner (pembelajar sepanjang hayat) yang adaptif terhadap transformasi digital dan mampu membangun budaya kerja kolaboratif. Secara khusus, ia meminta para Penghulu untuk menjadi sandaran umat dalam menjawab persoalan syariat serta mengupayakan ketahanan keluarga guna mewujudkan pernikahan yang langgeng dan berdampak bagi masa depan bangsa.

Privilese dan Momentum Bersyukur di Majalengka

Selaras dengan arahan Kakanwil, Kepala Kantor Kemenag Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., dalam sambutan lokalnya menyampaikan ucapan selamat sekaligus rasa bangganya atas akselerasi karier para ASN di Majalengka. Ia menyebut momentum ini sebagai sebuah keistimewaan (privilege) yang harus dijawab dengan totalitas kinerja.

Tinjau Pembangunan KUA Sukahaji Berdana SBSN, Kakanwil Kemenag Jabar Apresiasi Progres Capaian Kerja

“Alhamdulillah, baru satu bulan yang lalu Bapak dan Ibu mengikuti pelantikan PNS di At-Taqwa Cirebon, dan hari ini sudah langsung dilantik ke dalam jabatan fungsional. Ini adalah sebuah privilege yang luar biasa. Wujud syukurnya adalah dengan benar-benar mengimplementasikan nilai-nilai ASN BerAKHLAK secara nyata, bukan sekadar dihafal,” ujar Euis.

Internalisasi Nilai BerAKHLAK dan Totalitas Pelayanan

Terkait poin Berorientasi Pelayanan, Euis mengingatkan bahwa orientasi utama ASN Kemenag adalah kepuasan umat, sangat berbeda dengan sektor industri yang mengejar keuntungan material.

“Target kita adalah seberapa banyak dan seberapa bagus kita melayani masyarakat dengan tulus dari hati. Guru melayani siswa, penyuluh melayani masyarakat luas, penghulu melayani calon pengantin, dan analis di kantor melayani administrasi internal. Layani dengan sabar dan tanpa mengharapkan imbalan apa pun,” tegasnya.

Mengenai aspek Akuntabel, ia mengingatkan para ASN yang didominasi oleh Generasi Z ini untuk tetap tertib administrasi, terutama dalam penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) di awal tahun dan ketepatan melakukan Evaluasi Kinerja yang kini dipantau secara berkala setiap triwulan.

Pengawas Pembina Monitoring Awal Tahun Pelajaran di MAN 3 Majalengka

Definisi Loyalitas yang Potensial

Secara khusus, Euis memaparkan pandangannya mengenai nilai Loyal. Ia menjabarkan empat tipologi bawahan di hadapan para peserta, yakni bawahan yang antipati, bawahan yang sekadar “asal bapak senang” (yes-man), bawahan yang acuh tak acuh, dan bawahan yang kritis namun suportif.

“Loyalitas itu dimulai dari pimpinan terdekat, seperti Kepala Madrasah atau Kepala KUA. Namun, loyal bukan berarti harus selalu berkata ‘iya’ tanpa dasar. Bawahan yang loyal dan potensial adalah mereka yang berani menyampaikan kritik dan masukan yang konstruktif secara santun ketika ada kebijakan yang dirasa kurang pas, lalu mendukung penuh dengan totalitas saat program berjalan benar,” jelas Euis.

Tantangan Adaptasi Digital untuk Generasi Z

Menutup arahannya, Euis menantang para pejabat fungsional baru—khususnya para penyuluh dan guru—untuk terus Adaptif dan Kolaboratif di era transformasi digital, senada dengan poin yang ditekankan oleh Kakanwil Jabar.

“Orang yang menjadi pemenang bukan yang paling pintar, melainkan yang paling bisa beradaptasi dengan perubahan. Saya menantang para penyuluh keagamaan di Majalengka untuk memanfaatkan media sosial secara kreatif agar jangkauan dakwahnya meluas, tidak hanya mengandalkan metode ceramah konvensional. Begitu pula bagi para guru, saya menunggu inovasi berupa aplikasi atau konten pembelajaran mandiri yang bisa diadopsi secara nasional,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari jajaran pejabat struktural Kemenag Majalengka kepada seluruh pejabat fungsional yang baru disumpah, diiringi harapan agar amanah baru ini membawa keberkahan dan peningkatan mutu pelayanan keagamaan di Kabupaten Majalengka.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *