Berita Daerah
Beranda » Berita » Sinergi Lintas Sektoral, KUA Sumberjaya Bekali 30 Catin Materi Keagamaan hingga Pencegahan Stunting

Sinergi Lintas Sektoral, KUA Sumberjaya Bekali 30 Catin Materi Keagamaan hingga Pencegahan Stunting

Sumberjaya (KEMENAG) – Kantor Urusan Agama (KUA) Sumberjaya menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi Calon Pengantin (Catin) pada Rabu (13/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di KUA setempat ini diikuti oleh 30 peserta yang antusias menyerap materi persiapan membina rumah tangga yang sehat dan berkualitas.

Plt. Kepala KUA Sumberjaya, Tatang Tarmidi, S.Fil.I., dalam arahannya menjelaskan bahwa Bimwin merupakan instrumen penting bagi pemerintah untuk memberikan bantuan edukasi dan pembekalan pengetahuan tentang seluk-beluk rumah tangga.

“Melalui bimbingan ini, para calon pengantin diberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban suami istri sesuai koridor hukum. Landasan operasional kami jelas, yakni UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, PP No. 61 Tahun 2014, hingga PMA No. 37 Tahun 2016,” terang Tatang.

Penguatan Spiritual dan Fikih Ibadah

Sesi pertama diisi oleh Fasilitator Bimwin, Aaj Darojatun Auliya Assayyidi, S.Sos., yang membedah aspek spiritual dan fikih keluarga. Fokus materi diarahkan pada tata cara Ijab Kabul serta pengamalan doa-doa harian dalam rumah tangga.

Kepala Kemenag Majalengka Hadiri Pelantikan Pejabat Tinggi Pratama: Perkuat Sinergitas demi Majalengka Langkung Sae

“Kami membekali peserta dengan doa-doa khusus, mulai dari doa suami untuk istri pasca-akad, niat shalat sunah malam pertama, hingga doa serta adab dalam berhubungan badan dan tata cara mandi janabah. Kekuatan doa adalah fondasi spiritual keluarga,” ungkap Aaj.

Kesiapan Reproduksi dan Cegah Stunting

Selain aspek agama, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari sektor kesehatan dan kependudukan. Kasubag TU Puskesmas Sumberjaya, Yanto Hendrianto, S.Kep., Ners., menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan pranikah (Screening Layak Hamil).

“Pelayanan kesehatan reproduksi bagi catin adalah upaya preventif menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Bayi (AKB), serta mencegah stunting. Masalah seperti anemia, obesitas, dan hipertensi pada catin harus dideteksi sejak dini melalui imunisasi, suplementasi gizi, dan konseling kesehatan di Puskesmas,” jelas Yanto.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator PLKB Sumberjaya, Enceng Nana, S.I.P., memaparkan peran krusial 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Ia menekankan bahwa pencegahan stunting dimulai jauh sebelum kehamilan terjadi.

Kasubag TU Kemenag Majalengka Jadi Saksi Ikrar Setia Dua Napiter Lapas Kelas IIB

“Catin wajib memahami risiko stunting akibat kekurangan gizi kronis. Kami melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari bidan, kader PKK, dan kader KB, terus memantau status gizi catin melalui aplikasi ELSIMIL. Target kita adalah pasangan yang siap menikah sekaligus siap hamil secara sehat,” tegas Enceng.

Melalui integrasi materi antara Kemenag, Dinas Kesehatan, dan BKKBN ini, diharapkan para calon pengantin di wilayah Kecamatan Sumberjaya dapat mewujudkan keluarga yang mandiri, sehat, dan melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul.

Kontributor : Pupung Purnama Giri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *