Majalengka (KEMENAG) — Kantor Urusan Agama (KUA) Cingambul melaksanakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin pada Senin (11/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di KUA Cingambul tersebut diikuti oleh 30 peserta dengan tingkat kehadiran mencapai 100 persen.
Kegiatan Bimwin ini menjadi salah satu langkah preventif dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus upaya menekan angka perceraian di Kabupaten Majalengka. Para peserta dibekali berbagai materi terkait kehidupan rumah tangga, kesehatan reproduksi, serta pembentukan keluarga berkualitas.
Kasi Bimas Islam Kabupaten Majalengka, H. Sofyan Firdaus, S.H., M.H., dalam arahannya menyampaikan bahwa tingginya angka perceraian di Kabupaten Majalengka sepanjang tahun 2025 menjadi perhatian serius berbagai pihak. Menurutnya, Bimbingan Perkawinan merupakan salah satu solusi strategis untuk membekali calon pasangan suami istri agar memiliki kesiapan mental, pengetahuan, dan keterampilan dalam membangun rumah tangga yang harmonis.
“Bimbingan Perkawinan pada hakikatnya adalah sekolah pernikahan. Melalui kegiatan ini calon pengantin diberikan bekal agar mampu menghadapi berbagai dinamika kehidupan rumah tangga,” ujarnya.
Ia menambahkan, faktor ekonomi masih menjadi penyebab dominan terjadinya perceraian, baik karena kurangnya kesiapan finansial maupun lemahnya komunikasi dalam menghadapi persoalan keluarga. Selain itu, pasangan suami istri juga diingatkan agar menjaga kemandirian rumah tangga tanpa terlalu banyak intervensi dari pihak luar, karena campur tangan yang berlebihan kerap memicu konflik dalam keluarga.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Cingambul, Drs. H. Muhtaruddin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bimbingan Perkawinan merupakan upaya penting dalam mempersiapkan pasangan suami istri agar tidak hanya siap menikah, tetapi juga siap membangun keluarga yang berkualitas.
Menurutnya, keluarga menjadi pondasi utama dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, berakhlak, dan bebas stunting. Oleh karena itu, calon pengantin perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai kesehatan, ketahanan keluarga, hingga perencanaan kehidupan rumah tangga.
“Melalui kegiatan ini diharapkan para calon pengantin mampu membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah serta melahirkan generasi masa depan yang unggul dan berkualitas,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, fasilitator Bimwin, Wiwin Winiawati, S.Pd.I., menyampaikan materi tentang “Mengelola Dinamika Perkawinan dan Keluarga”. Materi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya membangun hubungan rumah tangga yang sehat, harmonis, dan berkelanjutan sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Peserta dibekali pemahaman mengenai komponen utama hubungan suami istri yang meliputi komitmen, kedekatan emosional, dan gairah, serta tahapan perkembangan hubungan dalam pernikahan yang memiliki tantangan berbeda pada setiap fase kehidupan rumah tangga.
Selain itu, peserta juga diajak mengenali sikap-sikap yang dapat merusak hubungan, seperti saling menyalahkan, merendahkan pasangan, membela diri secara berlebihan, hingga mendiamkan pasangan. Dalam sesi tersebut ditekankan pula pentingnya komunikasi, keadilan, keselarasan, serta sikap saling menghargai dalam membangun keluarga yang kokoh.
Materi lainnya disampaikan oleh Koordinator PLKB Kecamatan Cingambul, Eli Maryana, S.Pd., dengan tema “Keluarga Berkualitas Wujudkan Generasi Berkualitas”. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah sebagai pondasi lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Ia menjelaskan bahwa calon pengantin memiliki peran penting dalam mempersiapkan keturunan yang berkualitas melalui pemenuhan kesehatan fisik, psikis, sosial, spiritual, dan moral. Selain itu, dipaparkan pula berbagai tantangan dalam mewujudkan generasi berkualitas, seperti stunting, kesehatan mental remaja, pengaruh pergaulan bebas, serta pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, diperlukan peran aktif keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah dalam memberikan pembinaan yang tepat, serta mendorong pasangan untuk menikah secara terencana demi terciptanya keluarga dan generasi yang lebih baik.
Sementara itu, narasumber dari Puskesmas Cingambul, dr. Heny Setia Dewi, menyampaikan materi mengenai konsep kesehatan reproduksi bagi calon pengantin. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sebagai bagian dari persiapan membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.
Materi yang disampaikan meliputi ruang lingkup kesehatan reproduksi, hak-hak reproduksi, masa reproduksi sehat, risiko kehamilan usia muda, manfaat ASI eksklusif, pemeliharaan kesehatan reproduksi, hingga informasi mengenai infeksi menular seksual dan HIV/AIDS.
Selain itu, calon pengantin juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan pranikah (premarital check-up) guna mengetahui kondisi kesehatan pasangan, mempersiapkan kehamilan yang sehat, serta mencegah risiko penyakit yang dapat membahayakan pasangan maupun keturunan di masa mendatang.
Melalui pelaksanaan Bimbingan Perkawinan ini, diharapkan para calon pengantin memiliki kesiapan yang lebih matang dalam membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis, tangguh, dan berkualitas, sehingga mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah serta melahirkan generasi unggul bagi masa depan bangsa.
Kontributor : Pupung Purnama Giri


Komentar