Berita Daerah MAN

Ketika Upacara Menjadi Ruang Meneguhkan Kedekatan Guru dan Siswa di MAN 3 Majalengka

Jatiwangi (KEMENAG) — Lapangan utama MAN 3 Majalengka tampak tertib pada Senin pagi (10/8/2026). Barisan siswa berdiri rapi bersama guru dan tenaga kependidikan. Bendera Merah Putih perlahan naik diiringi penghormatan. Sejenak, aktivitas madrasah terhenti dalam suasana khidmat.

Namun, pagi itu upacara bendera tidak sekadar menjadi rutinitas awal pekan.

Di hadapan seluruh peserta upacara, Guru Matematika MAN 3 Majalengka, Ida Parida, S.Pd., menyampaikan pesan tentang sesuatu yang dekat dengan keseharian siswa, yakni pentingnya hubungan yang baik antara guru dan peserta didik.

Menurut Ida, proses belajar tidak hanya berlangsung melalui buku, papan tulis, atau tugas-tugas pembelajaran. Hubungan yang sehat antara guru dan siswa turut menentukan terciptanya suasana belajar yang nyaman.

“Hubungan yang baik dan saling menghormati antara guru dan siswa adalah kunci utama terciptanya kenyamanan belajar di madrasah. Ketika rasa nyaman itu hadir, proses transfer ilmu dan pembentukan karakter dapat berjalan jauh lebih optimal,” ujar Ida Parida dalam amanatnya.

MTsN 8 Majalengka Perkuat Karakter Siswa melalui Pembiasaan Keagamaan

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari upacara bendera yang digelar secara rutin setiap Senin.

Bagi siswa, hubungan dengan guru tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Guru juga menjadi sosok yang mendampingi, mengarahkan, sekaligus membantu siswa ketika menghadapi berbagai tantangan dalam proses pendidikan.

Sebaliknya, sikap saling menghormati dari siswa menjadi bagian penting dalam menciptakan komunikasi yang sehat di lingkungan madrasah.

Karena itu, keharmonisan antara guru dan siswa perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka, sikap saling menghargai, dan kepedulian dalam keseharian.

Suasana seperti inilah yang diharapkan dapat membuat madrasah menjadi ruang belajar yang tidak hanya nyaman, tetapi juga mendorong siswa berkembang secara optimal.

Perkuat Tata Kelola Aset Negara, Staff TU MTsN 7 Majalengka Ikuti Bincang Asyik Aset Negara

Upacara bendera kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan sebagaimana mestinya dan ditutup dengan doa bersama.

Senin pagi itu pun menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya tentang menyampaikan pengetahuan. Di balik proses belajar, ada hubungan antarmanusia yang perlu dirawat.

Ketika guru merasa dihargai dan siswa merasa didengar, ruang kelas diharapkan menjadi tempat yang lebih nyaman untuk belajar, bertanya, berdiskusi, dan berkembang.

Kontributor : Firman Saefatullah

MTsN 13 Majalengka Ikuti OMI, Asah Potensi Akademik dan Semangat Berprestasi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *