Kadipaten (Kemenag) — Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di MTs Negeri 6 Majalengka tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Pada Sabtu (08/08/2026), siswa-siswi kelas IX mengikuti kegiatan praktik pembuatan tepung aci dari bahan dasar singkong sebagai bagian dari pembelajaran IPS.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan MTsN 6 Majalengka tersebut dipandu oleh Drs. Shaiful Asy’ari, selaku guru mata pelajaran IPS. Para siswa mengikuti setiap tahapan praktik dengan antusias, mulai dari mengenal bahan baku, proses pengolahan singkong, hingga tahapan menghasilkan tepung aci.
Praktik ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada peserta didik mengenai keterkaitan materi IPS dengan kehidupan masyarakat. Singkong sebagai salah satu hasil pertanian dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, sehingga siswa dapat memahami secara nyata hubungan antara potensi sumber daya alam, kegiatan produksi, pengolahan bahan pangan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga belajar melalui pengalaman langsung. Mereka bekerja sama dalam kelompok, membagi tugas, mengikuti prosedur pengolahan, serta mengamati perubahan bahan selama proses pembuatan tepung aci.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan praktik menjadi salah satu cara untuk membuat pembelajaran IPS lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan peserta didik.
“Melalui praktik ini, siswa tidak hanya memahami materi IPS secara teori, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana sumber daya alam seperti singkong dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih nyata, menarik, dan mudah dipahami oleh siswa,” jelasnya.
Kegiatan ini juga menanamkan sejumlah nilai positif kepada peserta didik, seperti kerja sama, tanggung jawab, kreativitas, kemandirian, dan kepedulian terhadap potensi lingkungan sekitar. Siswa diajak untuk melihat bahwa bahan-bahan yang sederhana di sekitar mereka dapat memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.
Antusiasme terlihat dari keterlibatan aktif siswa kelas IX selama proses praktik. Mereka saling bekerja sama dalam menyelesaikan setiap tahapan kegiatan sekaligus mendapatkan pengalaman baru yang tidak diperoleh hanya melalui pembelajaran di dalam kelas.
Melalui praktik pembuatan tepung aci dari singkong ini, MTsN 6 Majalengka terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan bermakna, sehingga peserta didik mampu menghubungkan pengetahuan yang dipelajari dengan realitas kehidupan sehari-hari.
Belajar dari lingkungan, berkarya dengan keterampilan, dan tumbuh menjadi generasi yang kreatif serta mandiri.
Kontributor: Anida Devianthi


Komentar