Berita Kemenag

Youth Interfaith Camp di Majalengka Dibuka Wakil Bupati, Kemenag Tekankan Peran Pemuda dalam Menjaga Kerukunan

Kasokandel (KEMENAG) — Kegiatan Youth Interfaith Camp (YIC) Batch XV resmi dibuka oleh Wakil Bupati Majalengka di Pondok Pesantren Ekologi Al-Mizan, Wanajaya, Jumat (7/8/2026). Pembukaan berlangsung khidmat dan penuh makna, ditandai dengan simbolisasi penanaman pohon sebagai wujud komitmen bersama dalam merawat keberagaman dan kelestarian lingkungan.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Komunitas Pemuda Pelopor Toleransi (KUMPPARAN) ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai latar belakang agama dan organisasi kepemudaan yang berasal dari Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPR RI, Dr. H. Maman Imanul Haq, M.M., unsur Kesbangpol, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta para tokoh agama dari berbagai keyakinan. Kehadiran para pendeta, penyuluh agama lintas agama, serta tokoh masyarakat semakin memperkuat nuansa kebersamaan dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini juga menghadirkan dialog lintas iman yang menjadi ruang bertukar gagasan dan pengalaman dalam merawat toleransi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat beragama.

“Pemuda adalah agen perdamaian. Melalui kegiatan ini, kita dorong lahirnya generasi yang mampu membangun empati, menghapus prasangka, serta memperkuat komitmen kebangsaan dalam bingkai keberagaman,” ungkapnya.

Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Karya Kreatif, Siswa Kelas 7A MTsN 2 Majalengka Hasilkan Vas dan Tempat Alat Tulis

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan lintas iman seperti ini sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama dalam penguatan moderasi beragama sebagai fondasi kehidupan harmonis di tengah masyarakat.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan interaktif seperti breaking the bubble, cek prasangka, café religi, diskusi tentang hak asasi manusia dan kebebasan beragama, hingga penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) pengembangan komunitas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya memahami keberagaman, tetapi juga mampu menjadi pelopor toleransi dan perekat persatuan bangsa di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Kontributor : Taupik Hidayat

Menjelang Peringatan Maulid Nabi 1448 H, OSIS MTsN 10 Majalengka Gelar Persiapan Matang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *