Rajagaluh (KEMENAG) — Ruang kelas X.6 MAN 2 Majalengka diwarnai suasana penuh apresiasi terhadap budaya dan kearifan lokal pada Selasa (1/9/2026). Di bawah bimbingan guru mata pelajaran Basa Sunda, Reni Tania Nurmala, S.Pd., murid mengeksplorasi keterampilan berbahasa dan bersastra daerah melalui kegiatan praktik Ngadongeng Sasakala Lembur Sewang-sewangan (cerita asal-usul desa masing-masing).
Dalam kegiatan pembelajaran tersebut, murid bergantian tampil di depan kelas untuk menyampaikan dongeng mengenai asal-usul, legenda, maupun sejarah berdirinya desa atau daerah tempat tinggal mereka masing-masing. Kegiatan ini dirancang untuk mengasah keberanian tampil di depan umum, melatih penekanan intonasi (lentong), memperkaya kosakata Basa Sunda, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap asal-usul daerah.
Reni menyampaikan bahwa praktik ngadongeng merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga keberlanjutan bahasa dan warisan cerita rakyat daerah di kalangan generasi muda.
“Melalui praktik ngadongeng sasakala lembur ini, murid tidak hanya dilatih untuk terampil berbicara Basa Sunda dengan ragam bahasa yang baik dan benar, tetapi juga diajak untuk mengenali, mencintai, dan melestarikan nilai-nilai sejarah serta kearifan lokal tempat tinggal mereka,” ungkap Reni.
Murid tampil dengan antusias dan penuh percaya diri saat membawakan cerita rakyat mengenai asal-usul desa masing-masing. Penampilan mereka juga dilengkapi dengan gestur dan ekspresi yang menarik sehingga kegiatan pembelajaran berlangsung lebih hidup.
Melalui kegiatan tersebut, murid diharapkan semakin terampil menggunakan Basa Sunda sekaligus memiliki rasa bangga terhadap budaya dan kearifan lokal di daerah masing-masing.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar