Berita Daerah MAN

MAN 3 Majalengka Perkuat Pendampingan Siswa, Wali Kelas Bergerak dengan Pendekatan Parenting

Jatiwangi (KEMENAG) – Pendampingan siswa di MAN 3 Majalengka tidak lagi berhenti pada urusan presensi, administrasi kelas, dan pemantauan nilai. Seluruh wali kelas mulai memperkuat peran sebagai pendamping yang hadir untuk mendengar, memahami, dan membantu siswa menghadapi berbagai persoalan selama menjalani proses pendidikan melalui pendekatan parenting, Senin (7/9/2026).

Pendekatan tersebut diterapkan dalam kegiatan kewalikelasan yang dilaksanakan di masing-masing kelas. Wali kelas membangun komunikasi dua arah dengan siswa melalui dialog, pemberian motivasi belajar, pemetaan kondisi siswa, serta membuka ruang bagi mereka untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi, baik dalam pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.

Pola ini menjadi bagian dari upaya MAN 3 Majalengka menciptakan sistem pendampingan yang lebih dekat dengan kebutuhan peserta didik. Wali kelas diharapkan tidak hanya mengetahui perkembangan akademik siswa, tetapi juga memahami kondisi dan dinamika yang dapat memengaruhi proses belajar mereka.

Salah satu wali kelas X MAN 3 Majalengka, Eno Rohaeti, S.Pd., mengatakan bahwa kedekatan antara wali kelas dan siswa menjadi hal penting dalam proses pendampingan.

“Peran kewalikelasan bukan sebatas formalitas mengisi presensi atau mengurus nilai rapor. Kami berusaha menjalankan fungsi parenting, yaitu merangkul, mendengarkan, dan memberikan motivasi agar siswa merasa memiliki ruang yang nyaman untuk berkembang,” ujar Eno.

Sukseskan Pendataan TKA, Kemenag Majalengka Gelar Sosialisasi

Menurutnya, komunikasi yang terbuka membuat siswa lebih mudah menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Dengan demikian, wali kelas dapat mengetahui permasalahan sejak awal dan menentukan langkah pendampingan yang sesuai.

Pendekatan parenting juga mendorong wali kelas untuk membangun suasana kelas yang lebih humanis. Siswa diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat, mengenali potensi diri, sekaligus mendapatkan arahan ketika menghadapi kesulitan.

Kepala MAN 3 Majalengka mendorong agar kegiatan kewalikelasan tidak dipandang sebagai rutinitas administratif semata. Keberadaan wali kelas diharapkan menjadi salah satu garda terdepan dalam memastikan siswa mendapatkan pendampingan selama berada di madrasah.

Melalui pola tersebut, MAN 3 Majalengka menargetkan terciptanya lingkungan belajar yang nyaman, terbuka, dan kondusif. Pendampingan yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat membantu siswa lebih percaya diri, terbuka dalam berkomunikasi, serta memiliki arah yang lebih jelas dalam menjalani proses pendidikan.

Program kewalikelasan selanjutnya akan dievaluasi secara berkala untuk melihat perkembangan dan efektivitas pendampingan. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi bahan bagi wali kelas dan madrasah dalam menentukan langkah pembinaan berikutnya.

H-1 Perkemahan, Pembina Pramuka MTsN 11 Majalengka Berikan Pengarahan kepada Seluruh Peserta

Bagi MAN 3 Majalengka, menjadi wali kelas bukan hanya tentang mengelola satu ruang belajar. Lebih dari itu, wali kelas dituntut hadir sebagai sosok yang mampu mengenali kebutuhan siswa, mendengarkan persoalan mereka, sekaligus memberikan dukungan agar setiap peserta didik dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Kontributor : Firman Saefatullah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *