Berita Daerah MAN

MAN 3 Majalengka Hiasi Meja Guru dengan Tanaman Hidup, Inovasi Sederhana dengan Manfaat Besar

Jatiwangi (KEMENAG) — Kepedulian terhadap lingkungan di MAN 3 Majalengka dimulai dari tempat yang sederhana: meja kerja guru. Tanaman hidup kini menghiasi setiap meja guru di madrasah tersebut. Selain membuat ruang kerja lebih asri, langkah sederhana ini menjadi inovasi lingkungan yang mudah diterapkan sekaligus mengajak warga madrasah membangun kebiasaan merawat kehidupan di sekitar mereka.

Pemandangan hijau di atas meja menghadirkan suasana berbeda di ruang kerja guru. Di antara tumpukan administrasi, buku, dan aktivitas pelayanan kepada siswa, tanaman hidup menjadi sentuhan alami yang membuat ruang terasa lebih segar dan hidup.

Tanaman tersebut ditempatkan dalam wadah sederhana yang ditata agar tetap praktis dan tidak mengganggu aktivitas kerja. Perawatannya pun relatif mudah. Guru cukup memperhatikan kebutuhan air, cahaya, dan kondisi tanaman agar tetap tumbuh dengan baik.

Bagi MAN 3 Majalengka, langkah ini bukan sekadar upaya mempercantik ruang kerja. Tanaman hidup menjadi bagian dari pesan lingkungan yang ingin dibangun melalui kebiasaan sederhana.

Tumbuhan memiliki peran penting dalam ekosistem. Melalui proses fotosintesis, tumbuhan menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Karena itu, menanam dan merawat tanaman merupakan salah satu bentuk sederhana kepedulian terhadap kualitas lingkungan.

Pembelajaran Aqidah Akhlak MTsN 1 Majalengka Padukan Presentasi dan Teknologi Digital

Memang, satu tanaman tidak serta-merta menyelesaikan persoalan lingkungan. Namun, kebiasaan menanam dapat menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan dapat dilakukan dari ruang terdekat.

Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/8/2026), mengatakan bahwa penempatan tanaman hidup di meja guru merupakan inovasi sederhana yang memiliki manfaat dan mudah diterapkan oleh siapa saja.

“Ini memang sederhana, tetapi manfaatnya besar. Selain membuat meja dan ruang kerja terlihat lebih segar, keberadaan tanaman juga mengingatkan kita untuk terus peduli terhadap lingkungan. Yang paling penting, cara seperti ini mudah ditiru oleh siapa pun, baik di sekolah, kantor, maupun di rumah,” ujar Ela saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan tidak harus selalu diwujudkan melalui program besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten justru dapat berkembang menjadi budaya dan memberikan pengaruh yang lebih luas.

“Kita bisa mulai dari apa yang ada di sekitar kita. Satu orang menanam satu tanaman, kemudian orang lain mengikuti. Kalau dilakukan bersama-sama, sesuatu yang kecil bisa memberikan dampak yang besar,” katanya.

SIGAP BAZNAS Jadi Sarana Siswa MTsN 11 Majalengka Menumbuhkan Kebiasaan Berinfak

Kehadiran tanaman di meja guru juga memiliki nilai edukatif bagi siswa. Setiap hari, mereka dapat melihat secara langsung bagaimana guru merawat tanaman sebagai bagian dari kebiasaan menjaga lingkungan.

Pesan tersebut menjadi lebih kuat karena tidak hanya disampaikan melalui teori. Siswa melihat contoh nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan setiap hari.

Tanaman juga mengajarkan tentang konsistensi. Ia harus disiram, dirawat, dan diperhatikan agar tetap tumbuh. Dari kebiasaan sederhana itu, terdapat nilai tanggung jawab yang dapat ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.

Inovasi tersebut tidak membutuhkan lahan luas maupun biaya besar. Siapa pun dapat menirunya dengan memanfaatkan tanaman yang mudah dirawat dan wadah yang tersedia di lingkungan sekitar.

Guru dapat menempatkan tanaman di meja kerja. Siswa dapat menghadirkannya di ruang kelas atau di rumah. Masyarakat pun dapat memanfaatkan teras, halaman, atau sudut kecil di tempat tinggal untuk menanam.

Pertemuan DWP Kemenag Majalengka: Kakankemenag Ingatkan Budaya Kerja dan Peran Strategis Istri ASN

Ela berharap kebiasaan sederhana yang dimulai dari lingkungan MAN 3 Majalengka tersebut dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk melakukan hal serupa.

“Harapannya, ini tidak hanya menjadi kebiasaan di MAN 3 Majalengka. Semoga guru, siswa, dan masyarakat juga tergerak untuk melakukan hal sederhana yang sama di lingkungan masing-masing,” tuturnya.

Dari sebuah tanaman kecil di atas meja, MAN 3 Majalengka menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu identik dengan sesuatu yang rumit. Terkadang, inovasi justru lahir dari kebiasaan sederhana yang memberikan manfaat nyata dan mudah ditiru.

Satu tanaman mungkin terlihat kecil. Namun, ketika ditanam dan dirawat oleh banyak orang, ia dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau.

Kontributor : Firman Saefatullah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *