Berita Kemenag
Beranda » Berita » ​Lisan Juru Bicara Hati: Kemenag Majalengka Perkuat Integritas ASN melalui Kajian Kitab Al-Hikam

​Lisan Juru Bicara Hati: Kemenag Majalengka Perkuat Integritas ASN melalui Kajian Kitab Al-Hikam

​Majalengka (KEMENAG) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka kembali menggelar agenda rutin pembinaan mental bagi para pegawainya. Kegiatan bertajuk Kajian Kitab Al-Hikam tersebut dilaksanakan pada Senin (27/4/2026) bertempat di Masjid Al-Ikhlas, lingkungan Kantor Kemenag Majalengka.
​Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kemenag Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., didampingi Kasubag TU, Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag. Turut hadir jajaran Kepala Seksi, Pengawas Madrasah, Pengawas PAI, serta seluruh pegawai di lingkungan Kantor Kemenag dan Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Majalengka.

​Kajian kali ini menghadirkan Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag., Penyelenggara Zakat Wakaf Kantor Kemenag Majalengka, sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, ia membedah Hikmah ke-182 dari kitab karya Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari yang menitikberatkan pada tema “Lisan sebagai Juru Bicara Hati”.

​Dalam tausiyahnya, H. Ojun menjelaskan kutipan hikmah “Tasbiqu anwarul hukama aqwalahum”, yang berarti cahaya hati orang-orang bijak mendahului perkataan mereka. Menurutnya, efektivitas sebuah nasihat atau ucapan sangat bergantung pada kualitas batin pembicaranya.

​”Mengapa ada ucapan yang mudah diterima dan diamalkan, namun ada juga yang hanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri? Itu bergantung pada cahaya hatinya. Jika hati bercahaya, maka setiap kata yang keluar akan sampai ke relung hati pendengar,” jelas Ojun di hadapan jamaah.

​Ia menganalogikan hati manusia seperti teko. Jika teko berisi air teh, maka yang dikucurkan ke dalam gelas adalah air teh. Begitu pula dengan manusia; apa yang menjelma dalam aktivitas nyata dan ucapan adalah cerminan dari isi hati.

Digitalisasi Pendidikan: MTsN 2 Majalengka Sukses Gelar Ujian Madrasah Berbasis CBT

​Lebih lanjut, Ojun mengaitkan materi tersebut dengan nilai-nilai integritas Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menegaskan bahwa pembentukan Zona Integritas (ZI) di instansi pemerintah tidak boleh hanya berhenti pada pemenuhan syarat administratif semata.

​”Integritas sejati lahir dari hati yang suci. Hati yang bersih akan menelurkan perbuatan yang bebas korupsi, bebas gratifikasi, dan bebas manipulasi. Integritas adalah tentang keyakinan bahwa Allah SWT adalah sumber segalanya, sehingga kita tidak akan tergiur pada hal-hal yang syubhat apalagi haram,” tegasnya.

​Ia juga mengingatkan agar seluruh ASN di lingkungan Kemenag Majalengka terus meningkatkan kapasitas dan menjaga sikap agar tidak menjadi hambatan bagi kemajuan institusi. Menurutnya, kejujuran dalam bekerja akan membuahkan pahala, baik di akhirat maupun apresiasi di dunia berupa peningkatan kinerja dan kesejahteraan.

​​Menutup kajian, pemateri menjelaskan bahwa setiap ucapan memiliki “pakaian” (kiswah) yang berasal dari cahaya hati. Jika Allah SWT telah memberikan izin dan cahaya pada lisan seseorang, maka ucapan yang singkat sekalipun akan membekas kuat pada orang lain.

​Kegiatan rutin ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi para pegawai Kemenag Majalengka untuk bekerja dengan landasan spiritual yang kokoh, sehingga pelayanan kepada masyarakat dilakukan dengan tulus, jujur, dan berintegritas tinggi.

MTsN 3 Majalengka Gelar Ujian Madrasah 2025/2026, 248 Siswa Uji Kompetensi dengan Integritas Tinggi

Kontributor : Endang Mu’min

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *