Berita Daerah MAN

Inovasi Pembelajaran Al-Qur’an Hadis, Guru MAN 1 Majalengka Manfaatkan Media Wayang Golek

Talaga (KEMENAG) — Inovasi kreatif ditunjukkan oleh tenaga pendidik di MAN 1 Majalengka. Pada Rabu (19/8/2026), proses pembelajaran mata pelajaran Al-Qur’an Hadis di kelas XII.6 terasa berbeda berkat penggunaan media pembelajaran unik berbasis budaya lokal, yakni wayang golek.

Kegiatan pembelajaran yang diikuti oleh 33 siswa-siswi ini dipandu langsung oleh guru Al-Qur’an Hadis, Asep Nandang, S.Pd.I. Rangkaian pembelajaran diawali dengan pemaparan materi Tafsir Surat Al-Qasas ayat 79-82 yang mengulas kisah kesombongan Qarun.

Untuk menyampaikan pesan moral dan substansi ayat tersebut, Asep mendampingi metode ceramahnya dengan menyisipkan pertunjukan wayang golek sebagai alat peraga interaktif. Penggunaan tokoh wayang ini bertujuan untuk menghidupkan suasana kelas, memperjelas visualisasi cerita sejarah Islam, serta menjaga fokus belajar para siswa.

Asep Nandang menjelaskan bahwa pendekatan intuitif dan kontekstual sangat diperlukan agar materi yang disampaikan dapat diserap secara optimal oleh para peserta didik.

“Seorang guru dituntut untuk terus memiliki inovasi dalam mengajar. Penggunaan alat peraga seperti wayang golek ini bertujuan agar suasana kelas tidak monoton, sehingga siswa-siswi tidak bosan maupun ngantuk saat memahami pesan-pesan Al-Qur’an,” ungkap Asep di sela-sela kegiatan.

Pembelajaran Aqidah Akhlak MTsN 1 Majalengka Padukan Presentasi dan Teknologi Digital

Kesan positif pun dirasakan langsung oleh para siswa di kelas. Ade Anwar, salah seorang siswa kelas XII.6, mengaku sangat antusias mengikuti jalannya pembelajaran Al-Qur’an Hadis hari itu.

“Pembelajarannya seru sekali dan tidak bikin ngantuk. Penyampaian materi kisah Qarun jadi jauh lebih menarik dan mudah kami pahami karena dibawakan lewat media wayang golek,” tutur Ade Anwar penuh semangat.

Metode inovatif ini terbukti meningkatkan antusiasme dan partisipasi aktif para siswa sepanjang jam pelajaran. Ke depan, pendekatan pembelajaran berbasis media peraga dan kearifan lokal ini direncanakan akan terus dikembangkan untuk materi-materi keagamaan lainnya.

Melalui terobosan pembelajaran kreatif ini, MAN 1 Majalengka berharap dapat terus mendorong para pendidik di madrasah untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas layanan pendidikan, sehingga lahir generasi muda yang cerdas secara akademis sekaligus berakhlak mulia.

Kontributor: Wawan Abdul Gani

SIGAP BAZNAS Jadi Sarana Siswa MTsN 11 Majalengka Menumbuhkan Kebiasaan Berinfak

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *