Rajagaluh (KEMENAG) — Guru MAN 2 Majalengka, Endoy Nurdiya, S.Pd., turut dipercaya sebagai juri dalam seleksi Lomba Kaligrafi Porseni tingkat Kabupaten Majalengka. Kegiatan yang berlangsung di MAN 2 Majalengka tersebut menjadi bagian dari rangkaian seleksi untuk menjaring peserta terbaik yang akan mewakili Kabupaten Majalengka pada ajang Porseni.
Seleksi berlangsung pada Senin (10/8/2026) mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dan diikuti oleh 11 peserta, terdiri atas enam peserta putri dan lima peserta putra. Perlombaan mengusung kategori Hiasan Mushaf yang menuntut peserta memiliki kemampuan dalam kaidah khat, ketelitian penulisan ayat Al-Qur’an, komposisi, keindahan, serta kreativitas dalam menyusun ornamen.
Sebagai salah satu juri, Endoy turut melakukan penilaian terhadap karya peserta berdasarkan sejumlah aspek yang telah ditentukan. Penilaian tidak hanya memperhatikan keindahan visual, tetapi juga ketepatan penulisan ayat, penerapan kaidah khat, komposisi hiasan, kreativitas, dan kerapian hasil karya.
“Dalam kategori Hiasan Mushaf, peserta harus mampu memadukan teks Al-Qur’an dengan ornamen secara proporsional. Ketepatan penulisan ayat menjadi hal yang sangat penting, kemudian dilihat pula penerapan kaidah khat, komposisi, keindahan, dan kreativitas karya,” ujar Endoy.
Menurutnya, proses penjurian membutuhkan ketelitian dan objektivitas agar setiap karya dapat dinilai sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Setiap peserta memiliki karakter dan keunggulan masing-masing sehingga juri perlu mencermati karya secara menyeluruh.
“Menjadi juri tentu membutuhkan konsentrasi dan ketelitian. Kami berusaha memberikan penilaian secara objektif berdasarkan indikator yang sudah ditentukan, sehingga hasil seleksi benar-benar mencerminkan kemampuan masing-masing peserta,” tambah Endoy.
Dalam perlombaan tersebut, peserta menyelesaikan karya pada kertas berukuran A1 dengan materi Q.S. At-Tin ayat 1–8. Peserta diberikan waktu 480 menit, termasuk waktu istirahat, dan seleksi dilaksanakan dengan sistem sekali tampil tanpa babak final.
Endoy berharap pelaksanaan seleksi dapat menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan potensi seni kaligrafi sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap seni menulis ayat Al-Qur’an.
“Semoga melalui kegiatan ini lahir peserta-peserta terbaik yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga ketelitian, kreativitas, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Bagi seluruh peserta, tampilkan karya terbaik dan junjung tinggi sportivitas,” pungkas Endoy.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar