Leuwimunding (Kemenag) – MTs Negeri 1 Majalengka terus mendorong terciptanya inovasi pembelajaran di lingkungan madrasah. Melalui metode yang kreatif dan interaktif, guru Bahasa Inggris MTsN 1 Majalengka, Pipit Laila Fitri, S.Pd menghadirkan metode pembelajaran unik bertajuk “Fly your Paper Plane” untuk materi ungkapan Preferences (Ungkapan Pilihan) bagi seluruh siswa kelas 91 pada Rabu (2/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas 91 ini diawali dengan doa bersama dan pengecekan kehadiran siswa. Sebelum masuk ke inti kegiatan, Pipit terlebih dahulu mengulas materi tentang asking and giving preferences (Ungkapan Bertanya dan memberikan pilihan) dan serta mengajak siswa berlatih tanya jawab sederhana secara berpasangan.
Guna menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan mengatasi stempel bahwa Bahasa Inggris adalah pelajaran yang sulit, Pipit mengarahkan para siswa menuliskan kalimat asking preferences (menanyakan pilihan) pada selembar kertas. Pilihan topik disesuaikan dengan kategori yang telah ditentukan, seperti makanan, warna, hobi, hingga aktivitas sehari-hari.
Setelah ditulis, lembaran kertas tersebut dilipat rapi membentuk pesawat kertas. Atas panduan guru, seluruh siswa menerbangkan pesawat kertas mereka secara acak di dalam kelas. Suasana kelas seketika menjadi riuh dan penuh antusiasme saat para siswa saling menangkap atau mencari pesawat kertas yang mendarat di dekat mereka. Setiap siswa kemudian membuka pesawat yang didapat dan membaca serta menjawab pertanyaan yang tertulis di dalamnya secara bergiliran.
Kreativitas ini mendapat respons positif dari para siswa. Aulia, salah satu peserta didik kelas 91, mengaku sangat terkesan dengan metode pembelajaran tersebut.
“Sangat seru. Anak yang biasanya pasif juga ikut membaca ungkapan Bahasa Inggris. Sungguh menyenangkan,” ungkap Aulia.
Pipit menjelaskan bahwa inovasi dalam pembelajaran Bahasa Inggris sangat penting agar para siswa tidak merasa takut atau terbebani.
“Mencari cara belajar yang menyenangkan untuk mata pelajaran Bahasa Inggris memang perlu dipertimbangkan, mengingat image pelajaran ini yang sering dianggap sulit oleh anak-anak. Yang terpenting adalah mereka mendapatkan pengalaman berharga dan pesan pembelajarannya melekat di ingatan mereka hingga masa depan,” ujar Pipit.
Melalui penerapan metode pembelajaran yang interaktif ini, diharapkan kualitas proses belajar mengajar di madrasah terus meningkat. Pembiasaan gaya belajar yang menyenangkan ini juga diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang berani bereksplorasi serta mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.


Komentar