Jatiwangi (KEMENAG) — Bahan bekas yang biasanya dianggap tidak terpakai disulap menjadi miniatur pionering oleh anggota Gerakan Pramuka Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Majalengka. Bukan sekadar menghasilkan karya, latihan yang digelar di kampus madrasah, Rabu (12/8/2026), menjadi bagian dari persiapan kontingen MAN 3 Majalengka menghadapi ajang Raimuna Jatiwangi.
Sejak awal latihan, anggota Pramuka dituntut cermat menentukan ukuran, menyusun bahan, hingga memastikan setiap simpul dan ikatan terpasang dengan tepat. Miniatur jembatan, menara pandang, dan replika tiang bendera dirancang melalui proses yang membutuhkan ketelitian sekaligus kreativitas.
Latihan tersebut diawali dengan pengarahan teknis mengenai konsep dasar pionering. Peserta kemudian mengolah bahan bekas yang telah disiapkan dan merakitnya menjadi struktur mini sesuai rancangan.
Proses perakitan menjadi bagian penting dalam latihan. Kesalahan kecil dalam menentukan simpul, ukuran, maupun posisi ikatan dapat memengaruhi kekuatan dan bentuk keseluruhan karya.

Pradana Putri Pramuka MAN 3 Majalengka, Oktaviani Azzahra, mengatakan pembuatan pionering mini memberikan pengalaman bagi anggota untuk mengasah keterampilan kepramukaan sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
“Melalui pembuatan pionering mini ini, kami tidak hanya belajar tentang kekuatan simpul dan ikatan, tetapi juga dilatih untuk teliti, disiplin terhadap waktu, serta memperhatikan nilai estetika. Penggunaan bahan bekas juga mengajarkan kami untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar Oktaviani di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, latihan tersebut menjadi kesempatan bagi anggota untuk mengevaluasi kemampuan sebelum mengikuti Raimuna Jatiwangi. Setiap hasil karya dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki teknik dan meningkatkan kekompakan tim.

Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa keterampilan kepramukaan tidak berhenti pada kemampuan membuat simpul dan ikatan. Peserta ditantang menerjemahkan gagasan menjadi sebuah karya melalui proses perencanaan, ketelitian, kerja sama, dan penyelesaian masalah.
Pembinaan intensif tersebut diharapkan semakin mematangkan kesiapan kontingen Pramuka MAN 3 Majalengka sebelum berlaga di Raimuna Jatiwangi. Kreativitas dalam memanfaatkan bahan bekas sekaligus menjadi bagian dari upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dalam setiap aktivitas kepramukaan.
Melalui latihan yang terarah dan berkelanjutan, Pramuka MAN 3 Majalengka terus dipersiapkan untuk tampil lebih percaya diri, terampil, dan kompetitif dalam setiap ajang kepramukaan.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar