Kertajati (KEMENAG) — Komitmen Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 8 Majalengka dalam merajut mutu pendidikan yang holistik kembali diejawantahkan melalui konsistensi program pembiasaan Mufrodat Ba’da Duha. Inisiatif strategis ini dirancang khusus untuk mengakselerasi penguasaan bahasa Arab sekaligus mematri karakter religius peserta didik secara berkesinambungan. Selasa (1/09/2026).
Agenda mingguan ini diikuti oleh seluruh warga madrasah dengan penuh khidmat. Program ini merefleksikan perpaduan harmonis antara olah spiritual dan penguatan kecakapan linguistik (linguistic competence) sebagai pilar utama daya saing global lulusan madrasah.
Harmonisasi Spiritual dan Dinamika Pembelajaran Partisipatif
Rangkaian kegiatan spiritual dimulai sejak pagi hari melalui pelaksanaan Shalat Duha berjamaah, yang kemudian dilanjutkan dengan lantunan Asmaul Husna secara kolektif. Ritual pagi ini tidak hanya berfungsi sebagai landasan moral dan pembentukan karakter religius, tetapi juga menciptakan ketenangan batin sebelum para siswa memasuki arena pembelajaran inti.
Memasuki sesi utama, panggung edukasi diserahkan sepenuhnya kepada para pelajar berbakat. Penyampaian dan pendalaman kosakata (mufrodat) dipandu secara interaktif oleh tiga siswi kelas 9A—Nazwa, Delia, dan Luthfiyah. Keberhasilan pelibatan siswa sebagai fasilitator sebaya ini berada di bawah pengawasan serta pendampingan intensif dari guru pengampu bidang studi bahasa Arab, Cica Sukmawati, Lc. dan Salwa Jembar Fadlila, S.Hum. Pendekatan ini terbukti efektif menghidupkan suasana belajar yang partisipatif, dinamis, dan jauh dari kesan monoton.
Visi Strategis Kepemimpinan dan Proyeksi Mutu
Plt. Kepala MTsN 8 Majalengka, H. Sabur Gunawan, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa program ini merupakan instrumen terukur untuk memperkaya perbendaharaan kosakata secara sistematis. Menurutnya, penguasaan bahasa asing harus dibangun melalui pembiasaan harian yang konsisten.
“Melalui kegiatan Mufrodat Ba’da Duha, diharapkan siswa tidak hanya mampu menambah perbendaharaan kosakata Bahasa Arab, tetapi juga terbiasa menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan yang dipandu oleh siswa ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, serta menciptakan pembelajaran Bahasa Arab yang aktif dan menyenangkan,” ujar Sabur.
Sebagai langkah tindak lanjut, pihak madrasah berkomitmen untuk mengoptimalkan program ini melalui evaluasi berkala serta pemantauan intensif di lingkungan madrasah. Sinergi berkelanjutan ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, sebagai bagian dari ikhtiar besar melahirkan generasi yang unggul, religius, dan berdaya saing global.
Kontributor: Munirah


Komentar