Majalengka (KEMENAG) – Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Lembaga Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kemenag Majalengka ini bertujuan untuk mengevaluasi sekaligus menggenjot validitas pemutakhiran (updating) data Education Management Information System (EMIS).
Rakor ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., didampingi Kepala Seksi PD Pontren, H. Ade Firmansyah, S.Sos.I., M.Pd.I. Turut hadir jajaran pimpinan organisasi mitra (ormit), antara lain Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) A. Mudhofir, S.Pd.I., M.AP., Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) Ujang Eri Zamahsyari, S.Sos.I., dan Ketua Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) Zainal Muttaqien, S.Pd., M.Pd.

Capaian BAP EMIS Masih RendahDalam laporan kegiatannya, Kasi PD Pontren Ade Firmansyah mengungkapkan bahwa persentasi lembaga yang menyelesaikan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) EMIS hingga akhir semester genap tahun pelajaran 2025/2026 masih tergolong rendah dan jauh dari target.
Dari total 521 lembaga pondok pesantren di Majalengka, baru 32,5 persen yang melakukan BAP EMIS. Sementara untuk Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), dari 642 lembaga tercatat baru 59,2 persen. Adapun Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) baru mencapai 37,8 persen dari total 581 lembaga.

“Kami melihat masih banyak pemahaman di tingkat lembaga yang menganggap bahwa setelah memperbarui data dan mencetak BAP, prosesnya sudah selesai. Padahal, BAP tersebut harus ditandatangani dan diunggah kembali ke sistem. Jika belum diunggah, maka belum dinyatakan selesai BAP,” ujar Ade.
Untuk mengatasi kendala koordinasi dengan ratusan lembaga tersebut, Seksi PD Pontren melibatkan Penyuluh Agama Islam di KUA Kecamatan sebagai pembina dan penyambung informasi, khususnya bagi pesantren dan LPQ yang belum aktif dalam organisasi mitra. Sementara untuk MDT, pembinaan struktural sudah berjalan optimal melalui Pengawas Madrasah dan PAI.
Rakor ini diikuti oleh 104 peserta yang merupakan perwakilan dari 26 kecamatan di Kabupaten Majalengka. Komposisi peserta terdiri dari 26 orang Penyuluh Agama Islam, 26 operator Kecamatan FPP, 26 operator Kecamatan FKDT, dan 26 operator Kecamatan FKPQ.
Data Valid Modal Lahirnya Ditjen PesantrenKepala Kantor Kemenag Majalengka, Euis Damayanti dalam sambutan dan arahannya menegaskan bahwa ketersediaan data yang valid sangat krusial bagi arah kebijakan pemerintah. Apalagi saat ini pemerintah telah resmi membentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren sebagai Unit Eselon I baru melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2026.

“Ditjen Pesantren hadir untuk memperkuat kelembagaan, meningkatkan tata kelola layanan pendidikan, serta memberdayakan peran strategis ribuan pesantren dan santri di Indonesia. Kita sedang menuju ke sana agar pesantren lebih eksis. Namun, kita tidak bisa bergerak melakukan program apa pun jika tidak berbasis data,” tegas Euis.
Euis mengakui tantangan di lapangan sangat kompleks, mulai dari keterbatasan fasilitas komputer hingga kesejahteraan para guru ngaji yang masih jauh di bawah standar. Meski demikian, ia memotivasi para pengelola lembaga untuk tetap semangat melakukan pengisian data demi masa depan generasi mendatang.
Langkah Strategis Satu Operator KecamatanMenyikapi rendahnya capaian EMIS di bawah 60 persen tersebut, Euis menginstruksikan Kasi PD Pontren dan para ketua organisasi mitra untuk merumuskan langkah strategis. Belajar dari pengalamannya saat menjabat sebagai Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad), ia menyarankan skema penugasan koordinator operator di tingkat kecamatan.
“Di Raudhatul Athfal (RA) dulu ada operator kecamatan. Satu orang operator membantu menginput data bagi RA-RA lain yang tidak memiliki laptop atau komputer. Pola ini bisa diadaptasi untuk pesantren, MDT, dan LPQ guna menggenjot angka capaian kita menuju target 100 persen,” jelasnya.

Di akhir arahannya, Kepala Kantor Kemenag Majalengka menanyakan kesiapan para peserta untuk menyukseskan pendataan serentak ini yang langsung disambut dengan jawaban siap secara kompak oleh seluruh hadirin. Acara rakor tersebut kemudian dibuka secara resmi dengan pembacaan basmalah bersama.
Kontributor: Endang Mu’min


Komentar