Berita Kemenag
Beranda » Berita » Menyelami Hikmah Syukur: Kunci Ketenangan Hati dan Pengusir Penyakit Kronis Jiwa

Menyelami Hikmah Syukur: Kunci Ketenangan Hati dan Pengusir Penyakit Kronis Jiwa

Majalengka (KEMENAG) – Bagaimana cara menjaga hati dari penyakit kronis akibat terlalu mencintai dunia? Hal inilah yang menjadi inti pembahasan dalam kajian rutin Kitab Al-Hikam yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka, Senin (22/6/2026). Bertempat di Masjid Al-Ikhlas, kajian ini mengupas tuntas manajemen syukur sebagai benteng spiritual bagi para pegawai.

Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag., Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kemenag Majalengka yang bertindak sebagai pemateri utama, menegaskan bahwa kesadaran bersyukur adalah kunci utama untuk menepis segala bentuk kebingungan dalam hidup.

“Walaupun nikmat Allah sangat luas dan tak terhitung, kita tidak boleh merasa lemah atau bingung dalam bersyukur. Setiap bentuk syukur, sekecil apa pun, memiliki nilai tinggi di sisi Allah,” tegas Ojun Rojun di hadapan para jamaah.

Lebih mendalam, Ojun menjelaskan bahwa tantangan terbesar manusia adalah ketika ia tidak menyadari nikmat yang telah dianugerahkan. Ia menuturkan bahwa ketika seseorang lalai akan nikmat-Nya, Allah bisa saja mencabut nikmat tersebut agar manusia merasakan pedihnya kehilangan. Namun, bagi mereka yang mampu menjaga kesyukuran, bahkan dalam perkara kecil sekalipun, Allah justru akan melipatgandakan nilainya.

“Kita tidak boleh merasa bingung bagaimana caranya bersyukur atas nikmat yang melimpah, karena Allah Maha Adil. Sekecil apa pun ucapan syukur kita, Allah akan memberinya nilai yang luar biasa,” lanjutnya.

MAN 1 Majalengka Perkuat Disiplin Lewat Pembinaan Kerapian dan Kebersihan Siswa

Dalam paparannya, ia juga menyoroti ancaman penyakit hati yang timbul akibat syahwat keduniaan. Menurutnya, manisnya hawa nafsu yang bersemayam dalam hati merupakan penyakit kronis yang sulit diobati. Ia mengingatkan bahwa nafsu terhadap harta, kedudukan, dan jabatan yang berlebihan dapat melunturkan semangat akhirat. Sebagai penawar, ia menekankan perlunya menumbuhkan rasa takut (khouf) kepada Allah Swt. akan ancaman siksa-Nya, serta memupuk rasa rindu (syauq) yang mendalam kepada Sang Pencipta sebagai penyeimbang jiwa.

Kegiatan pembinaan mental yang diikuti oleh seluruh pegawai Kantor Kemenag Majalengka serta perwakilan pegawai Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Majalengka ini berlangsung penuh khidmat. Hadir pula Kepala Kantor Kemenag Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim.; Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Majalengka, H. Abu Mansyur, S.Ag., M.Pd.I.; Kasubag TU Kemenag Majalengka, Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag.; serta jajaran kepala seksi dan pengawas di lingkungan Kemenag Majalengka.

Forum ini diharapkan menjadi sarana untuk menjaga stabilitas mental dan spiritual pegawai dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Selain menjadi wadah ibadah, kegiatan ini sekaligus mempererat silaturahmi antarpegawai di lingkungan Kemenag dan Kemenhaj Kabupaten Majalengka. Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kekuatan dalam menjalankan amanah pekerjaan sehari-hari.

Kontributor : Endang Mu’min

Tingkatkan Sportivitas dan Kerjasama Tim, Ekstrakurikuler Bola Voli MAN 3 Majalengka Rutinkan Berlatih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *