Majalengka (KEMENAG) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., memberikan pengarahan penting kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) selepas mengikuti kajian rutin Kitab Al-Hikam di Masjid Al-Ikhlas Kantor Kemenag Majalengka, Senin (4/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat struktural, di antaranya Kepala Kantor Kemenhaj, H. Abu Mansyur, S.Ag., M.Pd.I., Kasubag TU, Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag., jajaran Kepala Seksi, Penyelenggara Zakat Wakaf, Kasi Bina dan Pelayanan Haji dan Umrah Kemenhaj, serta para Pengawas Madrasah dan PAI.
Dalam arahannya, Euis Damayanti menekankan pentingnya menjaga lisan dan etika berkomunikasi, baik secara langsung maupun melalui media digital. Mengutip filosofi Jawa dan Sunda, ia mengingatkan bahwa segala sesuatu bergantung pada cara penyampaiannya, atau dikenal dengan istilah hade ku omong, goreng ku omong.
“Kita harus menyadari bersama bahwa bahasa tulisan lebih sering menimbulkan salah paham dibandingkan bahasa lisan,” ujar Euis di hadapan seluruh pegawai Kemenag dan Kemenhaj.
Ia menyoroti bagaimana respons di aplikasi pesan singkat seperti WhatsApp sering kali memengaruhi suasana kerja. Menurutnya, memberikan respons minimal seperti kata ‘siap’ atau ‘baik’ jauh lebih baik daripada tidak memberikan tanggapan sama sekali (stalking).
Lebih lanjut, ia mendorong para pegawai untuk menggunakan kalimat yang lebih santun dan informatif dalam berkoordinasi di grup digital. “Mengganti kata ‘siap’ dengan ‘Baik Pak, akan saya tindaklanjuti’ mungkin membutuhkan usaha lebih untuk mengetik, namun memberikan rasa dan penghormatan yang berbeda bagi penerima pesan,” tambahnya.
Selain masalah komunikasi, Kepala Kantor juga menyoroti komitmen lembaga terhadap kelestarian lingkungan dan kebersihan kantor. Ia mengimbau agar kebersihan tidak lagi sekadar menjadi kegiatan seremonial mingguan, melainkan menjadi sebuah kebiasaan (habit) bagi setiap individu.
Euis secara khusus meminta para pegawai untuk menjaga kebersihan ruangan dan halaman dari sampah plastik maupun puntung rokok. Sebagai langkah konkret pengurangan limbah, ia menginstruksikan penggunaan gelas kaca atau botol minum isi ulang (tumbler) di meja kerja masing-masing.
“Jangan lagi ada sampah plastik atau puntung rokok di pot bunga. Mari kita kurangi beban bumi dengan tidak terus-menerus memproduksi sampah plastik,” tegasnya.
Menutup pengarahannya, Euis menyatakan akan berkoordinasi kembali dengan jajaran pimpinan terkait penyesuaian jadwal olahraga rutin. Ia berharap seluruh ASN di lingkungan Kemenag dan Kemenhaj Majalengka tetap menjaga kebugaran secara mandiri demi mendukung produktivitas kerja.
Kontributor : Endang Mu’min


Komentar