Berita Kemenag
Beranda » Berita » Tanamkan Nilai BerAKHLAK, Kepala Kemenag Majalengka Buka Sosialisasi MOOC bagi PPPK

Tanamkan Nilai BerAKHLAK, Kepala Kemenag Majalengka Buka Sosialisasi MOOC bagi PPPK

Majalengka (KEMENAG) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Orientasi dan Massive Open Online Course (MOOC) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap 2, Optimalisasi Dan Paruh Waktu. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Majalengka pada Rabu (29/04/2026) ini dilakukan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan (BDK) Bandung menggunakan platform MOOC yang diikuti oleh 52 peserta di lingkungan Kemenag Majalengka selama 15 hari.

Dalam arahannya, Hj. Euis Damayanti yang didampingi Kasubag TU, Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag., menekankan pentingnya rasa syukur bagi para aparatur yang telah diangkat menjadi PPPK. Beliau mengingatkan bahwa di tengah sulitnya lapangan pekerjaan saat ini, status sebagai ASN adalah amanah besar yang harus dijaga dengan kinerja optimal dan dedikasi tinggi.

Euis menitikberatkan pesannya pada penguatan core values ASN, yakni BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif). Ia mengingatkan bahwa setiap ASN memiliki tanggung jawab moral sebagai pelayan masyarakat.

“Bapak dan Ibu sesungguhnya adalah pelayan masyarakat. Jangan jumawa, jangan mentang-mentang sudah menjadi ASN lalu merasa lebih hebat daripada masyarakat yang dilayani. Di madrasah, pelayanannya kepada siswa dan orang tua; di KUA, langsung kepada masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjabarkan aspek Akuntabel dan Kompeten sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Setiap pekerjaan dituntut memiliki indikator keberhasilan yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui MOOC ini, para PPPK diharapkan membuktikan kompetensinya secara sungguh-sungguh.

Seni Membasuh Luka di Kedalaman Jiwa

Terkait aspek Harmonis, Kepala Kantor berpesan agar seluruh pegawai mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Beliau meminta agar perbedaan latar belakang seperti suku, agama, dan budaya tidak menjadi penghalang dalam bekerja.

“Singkirkan hal-hal yang membuat situasi kerja kurang kondusif. Kita harus bekerja secara harmonis, loyal terhadap instansi, pimpinan, dan pekerjaan kita dengan dedikasi yang tinggi,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Euis menekankan nilai Adaptif dan Kolaboratif sebagai kunci menghadapi perubahan zaman. Ia mendorong para penyuluh dan guru untuk mulai meninggalkan cara-cara konvensional dan beralih memanfaatkan teknologi dalam menjalankan tugasnya.

“Orang yang akan menjadi pemenang bukanlah yang paling pintar atau cerdas, tetapi yang paling bisa beradaptasi dengan perubahan,” pungkasnya mengutip teori seleksi alam. Ia berharap melalui kolaborasi yang kuat, para PPPK dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh dan bermanfaat bagi institusi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan teknis mengenai penggunaan perangkat laptop dan platform MOOC sebagai bagian dari tahapan orientasi mandiri yang harus ditempuh oleh para peserta.

Perkuat Sinergi, Kemenag Majalengka dan BAZNAS Dorong Optimalisasi Zakat Profesi serta Program SIGAP di Madrasah Negeri

Kontributor : Endang Mu’min

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *