hikmah
Beranda » Berita » Siswa dan Guru Kristiani Majalengka Tanam Pohon di Kelenteng Jatiwangi, Usung Misi Toleransi dan Ekoteologi

Siswa dan Guru Kristiani Majalengka Tanam Pohon di Kelenteng Jatiwangi, Usung Misi Toleransi dan Ekoteologi

Jatiwangi (KEMENAG) – Semangat keberagaman dan kepedulian lingkungan berpadu dalam kunjungan studi banding puluhan siswa SMP dan SMA beragama Kristen ke Kelenteng Hok Tek Cheng Sin, Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, pada Senin (02/03/2026). Tidak hanya berdialog antariman, rombongan yang didampingi oleh guru dan penyuluh agama ini juga melakukan aksi nyata pelestarian alam.

Kegiatan yang berpusat di Jl. Kol. S. Sukani No. 41, Jatisura, Kecamatan Jatiwangi ini bertujuan untuk mempererat persaudaraan lintas iman sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap kearifan lokal kepada generasi muda.

Moderasi Beragama melalui Perjumpaan LangsungRombongan didampingi langsung oleh Hendrik, S.Th. (Penyuluh Agama Kristen) dan Sri Rahayu (Guru Pendidikan Agama Kristen). Hendrik menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan implementasi nyata dari moderasi beragama agar siswa dapat melihat langsung praktik toleransi di rumah ibadah umat Khonghucu.

“Kegiatan ini bukan sekadar jalan-jalan, tetapi cara kami memberikan pemahaman kepada anak muda bahwa menghormati perbedaan keyakinan adalah fondasi utama kerukunan di Indonesia,” ujar Hendrik di sela-sela kegiatan.

Ekoteologi: Merawat Bumi sebagai Tanggung Jawab ImanHal yang menarik dalam kunjungan kali ini adalah penerapan konsep Ekoteologi. Para siswa dan guru tidak hanya belajar sejarah kelenteng, tetapi juga melakukan penanaman berbagai jenis pohon dan bunga di area sekitar rumah ibadah tersebut.

Menjemput Lailatul Qadar di Sela Deru Kesibukan: Strategi Spiritual bagi Masyarakat Urban

Sri Rahayu menegaskan bahwa aksi hijau ini adalah bentuk tanggung jawab iman dalam merawat ciptaan Tuhan. Menurutnya, menjaga kelestarian bumi adalah tugas kolektif yang melampaui batas-batas identitas agama.

“Dengan menanam pohon dan bunga, kita belajar bahwa menjaga bumi adalah tugas bersama seluruh umat manusia, tanpa memandang latar belakang agama,” jelas Sri Rahayu.

Membangun Kesadaran Generasi Muda Pemilihan Kelenteng Hok Tek Cheng Sin dilakukan karena nilai sejarahnya yang kuat sebagai simbol kearifan lokal di Jatiwangi. Melalui kegiatan ini, terdapat tiga poin utama yang ingin dicapai bagi generasi muda Kristiani di Majalengka:Menumbuhkan cinta terhadap kearifan lokal sebagai identitas bangsa.

Menghapus prasangka melalui dialog dan perjumpaan langsung dengan penganut agama lain.Meningkatkan kesadaran ekologis untuk menjaga kelestarian alam di wilayah Majalengka.Pihak pengurus Kelenteng Hok Tek Cheng Sin memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Mereka menilai langkah tersebut sebagai terobosan positif untuk menjaga harmoni masyarakat sekaligus memberikan dampak nyata bagi lingkungan hidup.

Acara ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama. Kebersamaan yang tercipta hari itu menjadi pesan kuat bahwa di tengah perbedaan iman, terdapat tanggung jawab yang sama untuk saling mengasihi sesama dan menjaga alam semesta.

Menjemput Ketenangan: Mengubah Overthinking Menjadi Tawakkal

Kontributor : Hendrik

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

🌙 Menuju Idul Fitri 1447 H

0
Hari
0
Jam
0
Menit
0
Detik

Playlist Video Kemenag Majalengka