Talaga (KEMENAG) — Guna memantapkan persiapan menghadapi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 bidang Riset, dua dari sepuluh tim riset MAN 1 Majalengka menjalani pendampingan intensif penyusunan proposal penelitian. Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Komputer MAN 1 Majalengka pada Senin (31/8/2026) ini merupakan langkah awal madrasah dalam mencetak generasi muda yang kritis, kreatif, dan berbasis riset.
Dua tim riset yang terdiri dari enam siswa lintas kelas (X.1, X.2, XI.2, dan XI.5) tersebut fokus menggarap dua subtema berbeda. Tim pertama yang beranggotakan Muhammad Alwi Ash Shiddiqi, Raihan Ihsan Abdul Aziz SB, dan Jujun Muhamad Ridwan mengusung tema “Integrasi Keislaman dan Keilmuan (Ekoteologi)”. Sementara tim kedua yang dianggotai Ajrin Diana Ramadhani, Dede Sintia Apriliyani, dan Salsabila Solihatun Nisa fokus pada tema “Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional”.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan ketentuan lomba serta sistematika penulisan proposal oleh guru pembimbing. Selanjutnya, para peserta melakukan kerja kelompok secara interaktif menggunakan sarana laboratorium komputer. Pembahasan mencakup perumusan latar belakang masalah, penajaman rumusan masalah, penyusunan tinjauan pustaka, hingga penentuan metode penelitian. Pendampingan dilakukan secara kolaboratif melalui peninjauan naskah dan koreksi langsung di tempat.
Guru Pembimbing Tim Riset OMI 2026 MAN 1 Majalengka, Edwin Erdiyana, S.Kom., menegaskan pentingnya pengawalan sejak tahap gagasan awal agar sesuai kaidah ilmiah.
“Pendampingan sejak tahap awal sangat penting agar gagasan siswa tersusun secara sistematis dan sesuai kaidah penelitian ilmiah. Kedua tema yang dipilih sangat relevan dengan isu terkini, baik dari sisi penguatan nilai keislaman terhadap lingkungan maupun pemanfaatan teknologi digital bagi masyarakat,” ujar Edwin.
Manfaat pendampingan ini dirasakan langsung oleh peserta. Muhammad Alwi Ash Shiddiqi, siswa kelas XI.2, mengungkapkan bahwa proses ini membantunya memahami teknis penulisan ilmiah yang tepat sekaligus melatih kerja sama tim agar target penyelesaian proposal tercapai tepat waktu.
Melalui pendampingan ini, seluruh proposal yang disusun diharapkan dapat lolos ke tahap seleksi berikutnya pada OMI 2026. Lebih dari itu, kegiatan pendampingan riset ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya penelitian yang berkelanjutan di lingkungan madrasah, sekaligus mendukung penguatan kualitas pendidikan dan peningkatan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar