Majalengka (KEMENAG) – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka mengikuti kegiatan Apel Pagi rutin yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Kemenag Majalengka, Senin (24/8/2026).
Kegiatan rutin awal pekan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., Kasubag TU Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag., Kasi Bimas Islam H. Sofyan Firdaus, S.H., M.H., Kasi Penmad H. Ade Firmansyah, S.Sos.I., M.Pd.I., Kasi PD Pontren Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag., serta Kepala KUA Majalengka H. Ucu Sodikin Nurjaman, S.Ag. Adapun barisan peserta apel terdiri dari ASN Kemenag Majalengka, Kemenhaj Majalengka, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), dan pegawai KUA Majalengka.

Bertindak sebagai Pembina Apel, Penyelenggara Zakat Wakaf H. Taupik Hidayat, S.H.I., MA.Hk., menegaskan pentingnya tiga bekal utama yang wajib dimiliki oleh setiap ASN Kemenag Majalengka dalam menjalankan tugas pelayanan publik, yaitu PDL (Prestasi, Dedikasi, dan Loyalitas).
Dalam amanatnya, Taupik menekankan bahwa makna prestasi bagi seorang abdi negara tidak selalu diukur dari piala atau peringkat juara.
“Prestasi seorang ASN ditandai dengan menguasai bidang tugas masing-masing, profesional, mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik, dan terus meningkatkan kompetensi. Prestasi adalah ketika kita menjadi ahli dan dapat diandalkan di bidang kita,” ujar Taupik di hadapan seluruh peserta apel.

Lebih lanjut, ia menguraikan poin kedua, yakni dedikasi. Menurutnya, dedikasi tercermin dari kesediaan pegawai dalam mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran demi kemajuan lembaga. Bekerja bukan lagi sebatas menggugurkan kewajiban rutin, melainkan berlandaskan rasa tanggung jawab dan kepedulian yang tinggi terhadap organisasi.
“Dedikasi adalah memberikan yang terbaik, bahkan ketika hal itu tidak selalu terlihat atau diapresiasi secara langsung,” tegasnya.

Menutup arahannya, Taupik mengulas prinsip loyalitas sebagai pilar ketiga. Ia mengingatkan bahwa komitmen dan integritas jauh lebih utama ketimbang sekadar kepatuhan formalitas.
“Loyalitas berarti setia kepada tugas, organisasi, dan amanah yang diberikan. Loyal itu tidak harus royal dalam arti materi, tetapi menunjukkan kesetiaan melalui sikap, komitmen, integritas, dan konsistensi. Kita harus tetap profesional dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
Apel pagi berlangsung lancar dan ditutup dengan doa bersama sebelum seluruh ASN kembali melanjutkan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Kontributor : Endang Mu’min


Komentar