Talaga (Kemenag) Selasa, 20 juli 2026 — MTs Negeri 5 Majalengka terus membudayakan pembiasaan ibadah pagi sebagai upaya memperkuat karakter, spiritualitas, dan akhlak peserta didik. Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap Selasa, Rabu, dan Kamis ini menjadi bagian dari program pembinaan keagamaan untuk menciptakan lingkungan madrasah yang religius sekaligus mendukung kesiapan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran.
Sejak pukul 06.30 WIB, seluruh peserta didik dari berbagai jenjang kelas berkumpul di lapangan utama madrasah. Suasana pagi diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan ketenangan dan kekhusyukan sebelum dimulainya rangkaian kegiatan belajar mengajar.
Untuk memberikan pengalaman pembinaan yang lebih komprehensif, MTsN 5 Majalengka menerapkan variasi kegiatan sesuai jadwal harian. Pada hari Selasa, peserta didik mengikuti Kuliah Tujuh Menit (Kultum) yang disampaikan secara bergantian oleh guru MTsN 5 Majalengka dan ustaz dari Asrama Tahfidz Ar-Rahman. Materi yang disampaikan meliputi pembinaan akhlak, motivasi belajar, serta penguatan karakter Islami.
Sementara itu, pada hari Rabu dan Kamis, kegiatan diawali dengan tadarus Al-Qur’an secara bersama-sama sebelum pelaksanaan salat Dhuha. Pembiasaan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus menanamkan kecintaan peserta didik terhadap kitab suci sebagai pedoman hidup.
Salah seorang pembina keagamaan MTsN 5 Majalengka, Leni Nuraena, S.Ag menjelaskan bahwa variasi kegiatan tersebut dirancang agar pembinaan spiritual berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang seimbang bagi peserta didik.
“Variasi agenda pada hari Selasa, Rabu, dan Kamis ini bertujuan agar pembiasaan pagi tetap fokus dan berdampak optimal. Hari Selasa menjadi momen siswa menyerap nasihat agama, sementara Rabu dan Kamis menjadi ruang untuk memperlancar dan membiasakan bacaan Al-Qur’an,” ungkapnya.
Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan doa bersama sebelum peserta didik memasuki ruang kelas masing-masing untuk mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Pembiasaan ini diharapkan mampu membentuk pribadi yang disiplin, religius, serta memiliki kesiapan mental dan spiritual dalam menjalani aktivitas belajar.
Ke depan, MTsN 5 Majalengka akan terus mengembangkan program pembinaan keagamaan sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di madrasah. Melalui konsistensi pembiasaan ibadah pagi, madrasah berkomitmen mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan sekaligus kokoh dalam nilai-nilai keislaman. Upaya tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan dan semakin memperkuat kualitas layanan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka kepada masyarakat.
editor: D.Win


Komentar