Berita Kemenag
Beranda » Berita » Tingkatkan Tata Kelola Digital, Kemenag Majalengka Utus Tiga ASN Ikuti Optimalisasi Kehumasan

Tingkatkan Tata Kelola Digital, Kemenag Majalengka Utus Tiga ASN Ikuti Optimalisasi Kehumasan

Bandung (KEMENAG) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka mengirimkan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengikuti kegiatan “Optimalisasi Kehumasan dalam Digitalisasi Tata Kelola Pemerintahan”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 14 s.d. 15 Juli 2026 ini diselenggarakan di Ahadiat Hotel and Bungalow, Bandung.

Agenda strategis ini merupakan bentuk kerja sama antara Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Barat dengan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad). Dalam kesempatan tersebut, Kemenag Majalengka diwakili oleh H. Taupik Hidayat, S.HI., M.Hk. (Pranata Humas), Sofwan Farohi, S.H.I. (Penghulu), dan Alif Sinta, S.Kom.I. (Penyuluh Agama Islam).

Pentingnya Prinsip Tabayun di Era Digital

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa humas memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun komunikasi publik di tengah derasnya arus informasi digital.

“Dalam era digital yang penuh dengan arus informasi, prinsip tabayun atau check and recheck menjadi sangat penting. Setiap informasi yang disampaikan harus dipastikan terlebih dahulu kebenarannya agar tidak menimbulkan hoaks yang justru merugikan lembaga,” tegas Dudu.

Kakanwil Kemenag Jabar Monev KUA Sumberjaya: Tekankan Kebersihan dan Siapkan Program Rehabilitasi

Ia juga mengingatkan agar insan humas mampu menyampaikan informasi secara cepat, akurat, dan bertanggung jawab. Selain itu, humas dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi dalam membaca isu, membangun jejaring, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Plt. Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Muhammad Nur Rochmat Robi Abdul Rohim, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang kehumasan agar mampu menjawab tantangan komunikasi publik di era digital.

“Melalui pelatihan ini kami berharap lahir insan-insan kehumasan Kementerian Agama yang memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik, mampu membangun narasi positif institusi, mengelola informasi secara profesional, serta semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital,” ujarnya saat menyampaikan laporan panitia.

Menurutnya, tema yang diangkat mencerminkan komitmen Kementerian Agama untuk memperkuat fungsi kehumasan sebagai garda terdepan dalam membangun kepercayaan publik melalui penyampaian informasi yang cepat, terbuka, akurat, dan bertanggung jawab.

Pergeseran Paradigma Government PR 4.0

Tinjau Pembangunan KUA Sukahaji Berdana SBSN, Kakanwil Kemenag Jabar Apresiasi Progres Capaian Kerja

Untuk memberikan bobot materi yang aplikatif, pelatihan ini menghadirkan para pakar dan akademisi dari Fikom Unpad yang memiliki kompetensi di bidang komunikasi publik sekaligus pengalaman jurnalistik. Mereka adalah Dr. Ira Mirawati, Rinda Aunilah, M.I.Kom., Dr. Abie Desman, Dr. Tri Damayanti, Dr. Diah Fatma, dan Dr. Lilis Puspitasari.

Dalam sesi Government PR 4.0, Ira Mirawati menjelaskan bahwa paradigma kehumasan pemerintah saat ini telah mengalami perubahan yang signifikan. Menurutnya, humas tidak lagi sekadar berfungsi sebagai pelapor kegiatan formal.

“Paradigma humas pemerintah telah bergeser. Humas tidak lagi hanya melaporkan kegiatan atau mengunggah dokumentasi, tetapi harus mampu membangun kepercayaan publik, menciptakan pengalaman masyarakat yang baik, serta menjaga reputasi institusi melalui komunikasi yang bermakna,” jelas Ira.

Senada dengan hal tersebut, Abie Desman mengajak para peserta untuk melihat komunikasi publik dari sudut pandang yang lebih luas. Keberhasilan humas tidak lagi diukur dari seberapa banyak informasi yang dipublikasikan, melainkan dari kemampuannya membentuk persepsi yang positif.

“Komunikasi publik bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi bagaimana membangun perspektif masyarakat. Narasi yang baik akan membantu publik memahami tujuan kebijakan sekaligus menumbuhkan kepercayaan terhadap institusi,” ungkap Abie.

Pengawas Pembina Monitoring Awal Tahun Pelajaran di MAN 3 Majalengka

Penguatan Kapasitas untuk Humas yang Adaptif

Selama dua hari intensif, para peserta dibekali dengan berbagai materi esensial, mulai dari transformasi kehumasan pemerintah di era digital, strategi komunikasi publik yang efektif, pengelolaan media digital, penyusunan narasi yang berdampak, hingga strategi penguatan citra dan reputasi institusi.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, ASN Kemenag Kabupaten Majalengka diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh ke dalam lingkungan kerja mereka. Langkah ini dinilai krusial agar fungsi kehumasan pemerintah dapat bertransformasi menjadi garda terdepan yang tidak hanya informatif, tetapi juga adaptif, humanis, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Kontributor : Alif Sinta

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *