Berita Kemenag
Beranda » Berita » Akselerasi Digitalisasi Tata Kelola Arsip, Kanwil Kemenag Jabar Gelar Bimtek Aplikasi SRIKANDI di MAN 2 Majalengka

Akselerasi Digitalisasi Tata Kelola Arsip, Kanwil Kemenag Jabar Gelar Bimtek Aplikasi SRIKANDI di MAN 2 Majalengka

Rajagaluh (KEMENAG) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat (Kanwil Kemenag Jabar) resmi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penerapan Aplikasi SRIKANDI bagi Madrasah Negeri Angkatan 1. Kegiatan yang bertujuan mempercepat transformasi digital di lingkungan instansi keagamaan ini dipusatkan di Aula MAN 2 Majalengka pada Kamis, (16/7/ 2026).

Acara ini dihadiri oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kemenag Majalengka, Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag., mewakili Kepala Kantor Kemenag Majalengka. Hadir pula Ketua Tim (Katim) Umum Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, H. Haidar Yanin Mustafa, S.H., Arsiparis Ahli Kanwil Kemenag Jabar, Daryeti beserta tim, serta Kepala MAN 2 Majalengka, H. Dodo Sunandi, M.Pd. Kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta yang merupakan penanggung jawab tata usaha dan arsiparis dari wilayah Ciayumajakuning (Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan).

Komitmen Menuju Budaya Kerja Tanpa Kertas (Paperless)

Dalam sambutannya, Kepala Subbag TU Kantor Kemenag Majalengka, Heru Hoerudin menyampaikan apresiasi mendalam atas dipilihnya Kabupaten Majalengka sebagai tuan rumah pelaksanaan bimtek angkatan pertama ini. Ia menekankan pentingnya peran arsiparis sebagai penjaga rahasia sekaligus pilar utama dalam akuntabilitas administrasi negara.

Heru memaparkan bahwa implementasi digitalisasi layanan di lingkungan Kementerian Agama kini telah menjadi sebuah keharusan demi mewujudkan budaya kerja tanpa kertas (paperless). Langkah ini sejalan dengan arahan dari Inspektorat Jenderal Kemenag RI terkait efisiensi ruang kerja dan tata kelola modern.

Kakanwil Kemenag Jabar Monev KUA Sumberjaya: Tekankan Kebersihan dan Siapkan Program Rehabilitasi

“Aplikasi SRIKANDI hadir sebagai jawaban nyata atas tantangan zaman. Kita tidak lagi menggunakan cara-cara lama seperti disposisi manual atau konsep surat fisik yang rentan tidak efisien. Melalui sistem digital ini, seluruh tata persuratan akan terintegrasi dengan kepiawaian dan kecerdasan sistem modern,” ujar Heru.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Kepala MAN 2 Majalengka yang baru, H. Dodo Sunandi, M.Pd., atas prestasinya membawa madrasah tersebut menjadi salah satu madrasah unggulan di Majalengka dengan pertumbuhan jumlah siswa yang signifikan.

Perlindungan Hukum dan Efisiensi Anggaran Melalui SRIKANDI

Ketua Tim Umum Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, H. Haidar Yanin Mustafa, S.H., yang hadir sekaligus membuka acara secara resmi, menjelaskan bahwa penerapan aplikasi SRIKANDI ini merupakan bagian dari strategi besar Internet of Things (IoT) di lingkungan Kementerian Agama. Digitalisasi tata persuratan dinilai sangat krusial, terutama dalam memberikan perlindungan hukum bagi setiap produk administrasi yang dikeluarkan oleh satuan kerja (satker).

Haidar membagikan fakta penting mengenai pentingnya ketertiban jalur tata persuratan dan validasi regulasi resmi agar tidak memicu konsekuensi hukum di kemudian hari. Ia mendorong standarisasi pembuatan keputusan melalui template Surat Keputusan (SK) resmi yang saat ini sudah mulai diseragamkan di tingkat madrasah dan Kemenag.

Tinjau Pembangunan KUA Sukahaji Berdana SBSN, Kakanwil Kemenag Jabar Apresiasi Progres Capaian Kerja

“Arsip adalah bukti pertanggungjawaban operasional ketika berhadapan dengan hukum. Melalui SRIKANDI, alur validasi, verifikasi, dan pengujian nomor dokumen terekam secara sistematis. Jalur akuntabilitasnya menjadi jelas dan terukur,” tegas Haidar.

Selain aspek hukum, Haidar menambahkan bahwa transformasi digital ini menjadi solusi taktis di tengah efisiensi anggaran pemerintah saat ini, di mana pos anggaran untuk Alat Tulis Kantor (ATK) dan Perjalanan Dinas (SPPD) mulai dibatasi secara ketat di tingkat nasional. Digitalisasi dinilai mampu memangkas biaya operasional kertas secara masif tanpa mengurangi produktivitas kerja satker.

Selain fokus pada persuratan digital, Tim Umum Kanwil Kemenag Jabar pada kesempatan tersebut juga mengevaluasi capaian program penghapusan aset Barang Milik Negara (BMN) di wilayah Ciayumajakuning yang diproyeksikan mencapai Rp63 miliar dari 45 satker madrasah demi mewujudkan data aset yang tertib dan akurat (existing).

Di akhir acara, seluruh peserta dibekali materi teknis oleh Tim Arsiparis Kanwil Kemenag Jabar. Melalui bimbingan teknis ini, para peserta yang hadir diharapkan siap menjadi pionir perubahan paradigma tata kelola arsip dinamis di madrasah masing-masing, sehingga komunikasi kedinasan antar-satker ke depan cukup dilakukan melalui platform SRIKANDI secara cepat, aman, dan terintegrasi.

Kontributor : Endang Mu’min

Pengawas Pembina Monitoring Awal Tahun Pelajaran di MAN 3 Majalengka

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *