Talaga (KEMENAG) — Duka yang dirasakan salah seorang peserta didik turut menjadi duka bagi seluruh keluarga besar MAN 1 Majalengka. Sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan, madrasah melaksanakan kegiatan takziah ke rumah duka atas wafatnya ayahanda Terisya Nur Ramadhani, siswi kelas XII.2, di Cikijing, Kabupaten Majalengka, Selasa (21/7/2026).
Rombongan takziah dipimpin oleh Wali Kelas XII.2, Nurhayati, M.Pd., didampingi sejumlah guru serta perwakilan siswa kelas XII.2. Kehadiran mereka bukan sekadar menyampaikan ucapan belasungkawa, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moril kepada keluarga yang sedang berduka sekaligus mempererat tali silaturahmi antara madrasah dengan orang tua peserta didik.
Suasana haru begitu terasa ketika rombongan tiba di rumah duka. Doa bersama dipanjatkan agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah Swt., sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah tersebut.
Mewakili keluarga besar MAN 1 Majalengka, Nurhayati, M.Pd. menyampaikan ungkapan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum.
“Kami segenap keluarga besar MAN 1 Majalengka turut berduka cita atas berpulangnya ayahanda Ananda Terisya Nur Ramadhani. Semoga Allah Swt. menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya, serta menganugerahkan kesabaran dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga Ananda Terisya juga diberikan kekuatan untuk tetap semangat melanjutkan pendidikan dan meraih cita-citanya,” tutur Nurhayati.
Bagi MAN 1 Majalengka, kegiatan takziah merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai kemanusiaan yang terus ditanamkan kepada seluruh warga madrasah. Kehadiran guru dan peserta didik di tengah keluarga yang berduka menjadi pembelajaran nyata tentang arti empati, kepedulian, serta pentingnya saling menguatkan dalam setiap fase kehidupan.
Melalui kegiatan ini, madrasah berharap para peserta didik tidak hanya tumbuh sebagai generasi yang unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, akhlak mulia, dan rasa persaudaraan yang kuat. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter insan madrasah yang beriman, peduli, dan mampu menghadirkan manfaat bagi sesama.
Keluarga besar MAN 1 Majalengka senantiasa mendoakan agar almarhum memperoleh husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta kekuatan. Semangat kebersamaan dan kepedulian yang terus dipelihara ini diharapkan dapat memperkuat budaya madrasah yang humanis sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar