Rajagaluh (KEMENAG) — MTsN 12 Majalengka kembali menyelenggarakan kegiatan kokurikuler Mimbar Kreasi Seni yang menampilkan Khotibah Tiga Bahasa, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab, pada Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, membangun kepercayaan diri, serta memperkuat karakter peserta didik.
Kegiatan dilaksanakan setelah pembiasaan Salat Duha berjamaah yang diikuti seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan. Pada pelaksanaan kali ini, peserta didik kelas IXA mendapat kesempatan menjadi petugas utama dalam menampilkan materi khotibah tiga bahasa di hadapan seluruh warga madrasah.
Penampilan para peserta didik merupakan hasil pembinaan dan pendampingan guru yang dilakukan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, peserta didik diberikan ruang untuk mengembangkan bakat berbicara di depan umum sekaligus melatih kemampuan berbahasa asing dalam suasana yang edukatif.
Pembimbing kegiatan, Ade Ooy Hutarri, S.Pd.I., mengapresiasi semangat dan keberanian peserta didik yang telah tampil pada kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada peserta didik, khususnya kelas IXA, yang telah melaksanakan Mimbar Kreasi Seni melalui penampilan Khotibah Tiga Bahasa. Semoga ke depan persiapannya semakin matang sehingga dapat terus mengasah bakat, minat, dan mental mereka untuk tampil di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan Mimbar Kreasi Seni bukan sekadar ajang unjuk kemampuan, tetapi juga menjadi media pembelajaran untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa percaya diri, serta melatih keterampilan berkomunikasi yang akan bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan ini, MTsN 12 Majalengka terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang seimbang antara penguatan akademik, spiritual, dan pengembangan kompetensi peserta didik. Sebagai tindak lanjut, kegiatan Mimbar Kreasi Seni akan dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan seluruh kelas agar setiap peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensinya.
Madrasah berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi yang religius, percaya diri, terampil berkomunikasi, serta memiliki wawasan global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Program tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama.
Kontributor: Mohammad Rega Permana


Komentar