Berita Kemenag

Kemenag Majalengka Himbau ASN Madrasah Tunaikan Zakat Profesi

Kadipaten (KEMENAG) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka membuka kegiatan sosialisasi zakat dan wakaf di MTsN 6 Majalengka. Kegiatan tersebut diikuti 30 peserta dari MTsN 6 Majalengka dan 11 peserta dari MIN 3, dengan tujuan meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong kesadaran menunaikan zakat profesi sebagai bagian dari kewajiban kepada Allah SWT.

Kegiatan sosialisasi turut dihadiri Wakil Kepala 1 Bidang Pengumpulan Zakat, H. Muhamad Ridwan, S.Ag., M.Si., Penyelengga Zakat Wakaf Kemenag Majalengka, H. Taufik Hidayat, S.H.I., M.Si. Kehadiran tim sosialisasi memberikan ruang bagi peserta untuk memahami lebih jauh pengelolaan zakat serta manfaatnya bagi masyarakat, termasuk lingkungan madrasah.

Kepala MTsN 6 Majalengka, Muhammad Darda, M.Pd., menyampaikan sambutan selamat datang kepada Kepala Kemenag Majalengka beserta tim sosialisasi zakat profesi. Ia mengajak para peserta untuk ikut mendukung program-program Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

“Saya mengajak ibu dan bapak turut menyukseskan program-program dari BAZNAS ini,” ajaknya.

Menurutnya, dukungan dari lingkungan madrasah penting agar pengelolaan zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya bagi mereka yang membutuhkan.

Buka Perkemahan, Kepala Kankemenag Majalengka: Kepramukaan Memiliki Peran Penting Dalam Membentuk Kepribadian

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kemenag Majalengka juga menyampaikan apresiasi atas kinerja Kepala MTsN 6 Majalengka yang dinilai terus menghadirkan perubahan positif di madrasah. Apresiasi itu disampaikan di tengah upaya madrasah meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan pendidikan.

Lebih lanjut, ia mengajak para peserta untuk memaknai zakat bukan semata sebagai kewajiban yang harus ditunaikan, melainkan juga sebagai wujud kecintaan kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, diri sendiri, dan sesama.

“Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya salah satunya dengan mengeluarkan zakat,” ujarnya.

Euis juga mengingatkan para peserta, khususnya para pendidik dan tenaga kependidikan, agar dapat memberikan contoh kepada peserta didik dalam menjalankan ajaran agama. Keteladanan tersebut dinilai penting karena nilai-nilai keagamaan tidak cukup hanya disampaikan melalui pembelajaran, tetapi juga perlu ditunjukkan melalui perilaku sehari-hari.

Dalam penjelasannya, zakat disebut sebagai bentuk cinta kepada diri sendiri karena harta yang dibawa pulang telah ditunaikan kewajibannya. Pada saat yang sama, zakat menjadi wujud kepedulian kepada sesama karena sebagian harta disisihkan untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

Kepala MTsN 3 Majalengka Ikuti Pendampingan Pemetaan Potensi Conflict of Interest

Manfaat zakat juga dapat dirasakan kembali oleh lingkungan madrasah. Dana zakat yang dikelola melalui lembaga yang berwenang dapat disalurkan untuk membantu siswa yang kurang mampu. Madrasah juga memiliki kesempatan mengajukan proposal bantuan kepada BAZNAS untuk kebutuhan tertentu, seperti pembangunan mushala maupun bantuan bagi siswa kurang mampu yang memiliki prestasi.

“Berikan contoh kepada anak didik kita. Zakat itu wujud cinta kepada diri dan sesama,” pesannya.

Dengan pemahaman tersebut, pembayaran zakat profesi diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban personal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat bagi masyarakat. Bagi lingkungan pendidikan, kepedulian tersebut dapat mendukung siswa yang membutuhkan sekaligus memperkuat ekosistem madrasah yang saling membantu.

Kepala Kemenag Majalengka menegaskan bahwa pihaknya berupaya memfasilitasi para ASN dan masyarakat agar dapat menjalankan kewajiban zakat dengan baik.

“Kita membayar zakat karena cinta kepada Allah, kepada Rasul, kepada diri kita dan kepada sesama. Kami hanya membantu memfasilitasi bapak ibu untuk melaksanakan kewajibannya,” tuturnya.

Konsisten Bentuk Karakter, MTsN 3 Majalengka Rutin Gelar Program Doa Pagi Bersama

Sosialisasi tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran bahwa zakat memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial. Ketika ditunaikan dan dikelola dengan baik, zakat dapat kembali hadir dalam bentuk manfaat yang dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk mendukung kebutuhan pendidikan dan membantu peserta didik yang membutuhkan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *