Majalengka (KEMENAG) — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka kembali menyelenggarakan kegiatan rutin pembinaan mental melalui Kajian Kitab Al-Hikam pada Senin (25/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Ikhlas Kantor Kemenag Majalengka ini diikuti oleh seluruh pegawai setempat serta aparatur dari Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Majalengka.
Hadir langsung dalam pembinaan tersebut Kepala Kantor Kemenag Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim.; Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Majalengka, H. Abu Mansyur, S.Ag., M.Pd.I.; serta Kasubag TU Kemenag Majalengka, Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag. Kegiatan ini juga diikuti oleh jajaran Kepala Seksi, Pengawas Madrasah, dan Pengawas PAI di lingkungan Kemenag Majalengka.
Hakikat Keikhlasan Beramal dan Prioritas Ibadah
Kajian ilmiah keagamaan kali ini dipandu oleh Penyelenggara Zakat Wakaf Kantor Kemenag Majalengka, Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag., sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Ojun mengupas tuntas Kitab Al-Hikam pasal atau hikmah ke-191 dan 192.
Pada bait hikmah ke-191, ia menjelaskan karakteristik para ahli makrifat (arifbillah) yang memiliki rasa malu yang tinggi untuk meminta urusan duniawi kepada Allah karena saking besarnya rasa rida dan syukur atas segala takdir-Nya. Kendati demikian, doa tetap diposisikan sebagai inti ibadah untuk menunjukkan kelemahan makhluk di hadapan Sang Khalik.

“Jika mengadukan kebutuhan kepada Allah saja ada rasa malu, maka sungguh memalukan jika kita justru menggantungkan harapan dan nasib kepada sesama makhluk. Ketergantungan keliru kepada manusia inilah yang sering kali memicu sifat thama’ (berharap lebih) dan berujung pada kekecewaan serta sakit hati,” ujar Ojun.
Selaras dengan hal itu, ia mengaitkannya dengan etos kerja birokrasi. Aparatur sipil negara diimbau untuk bekerja tulus ikhlas karena Allah tanpa mengharapkan pujian atau imbalan (reward) dari manusia.
Sementara itu, pada hikmah ke-192, jemaah diajak untuk memahami metode menentukan pilihan di antara dua urusan yang sama-sama membingungkan. Ojun memaparkan bahwa indikator pilihan yang benar dapat merujuk pada perkara yang dirasa paling berat oleh hawa nafsu. Sifat dasar nafsu cenderung menyukai hal-hal yang ringan dan santai. Lebih lanjut, ia juga mengingatkan salah satu ciri manusia yang mengikuti hawa nafsu adalah bersemangat mengejar amalan sunah namun justru melalaikan kewajiban utama, termasuk dalam penunaian zakat.
Penguatan Adab Berdoa dan Wawasan Pengelolaan Kurban
Kajian tersebut kemudian diperkuat oleh ulasan Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Majalengka, H. Abu Mansyur, S.Ag., M.Pd.I. Dalam perspektifnya, ia menekankan pentingnya adab dalam berdoa, salah satunya dengan mendahului doa lewat pujian (hamdalah) dan laporan pertanggungjawaban atas nikmat yang telah digunakan untuk kebaikan, bukan langsung menuju inti permintaan.
Abu Mansyur juga memberikan pencerahan fikih terkait dilema ibadah yang sering dihadapi masyarakat jelang Hari Raya Iduladha, seperti prioritas antara akikah dan kurban, serta pilihan antara ibadah umrah dan pendaftaran haji. Ia menegaskan, pilihan mana pun yang diambil sebagai langkah awal, hal yang terpenting adalah menanamkan niat kuat agar di masa mendatang seluruh rangkaian ibadah tersebut tetap dapat disempurnakan.

Menutup ulasannya, Kepala Kantor Kemenhaj menyoroti dinamika kontemporer mengenai pengelolaan hewan kurban dan pembayaran Dam haji melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
“Langkah pengelolaan dan pemindahan lokasi penyembelihan atau pembagian daging (naqlul bilad) yang diinisiasi Baznas, baik untuk zakat maupun kurban, merupakan solusi strategis demi pemerataan manfaat bagi umat di berbagai wilayah,” tuturnya.
Arah Kebijakan: Reposisi Tim ZI dan Kesiapan Agenda Kedinasan
Usai kajian keagamaan, Kepala Kantor Kemenag Majalengka, Euis Damayanti memberikan pengarahan strategis mengenai jalannya roda organisasi.
Menindaklanjuti evaluasi capaian tiga tahun terakhir, pihak pimpinan memutuskan untuk melakukan reposisi struktural pada Tim Zona Integritas (ZI) Kemenag Majalengka guna mengoptimalkan beban kerja di sektor kepegawaian. Jabatan Ketua Tim ZI disepakati tetap diemban oleh Kasubag TU, Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag., dengan penyesuaian komposisi anggota di bawahnya.

“Kita harus maju lagi dengan tim yang baru terbentuk nanti. Target tahun ini kita harus lulus penilaian minimal Indeks Capaian Agen Perubahan (ICAN). Berbekal pengalaman dan evaluasi kelemahan tahun lalu, kita optimis dapat mengatasinya pada tahun ini,” tegas Euis.
Di samping itu, Kepala Kantor turut mensosialisasikan skema kedinasan menjelang libur lebaran dan Iduladha, termasuk pelaksanaan penyembelihan hewan kurban internal pada hari Kamis. Aparatur juga diingatkan untuk tetap bersiap menghadiri Upacara Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada hari Senin mendatang sesuai regulasi dan edaran resmi dari Kantor Wilayah.
Menutup arahannya, Euis menyepakati prinsip keikhlasan bekerja yang telah dibahas dalam kajian. Baginya, implementasi reward and punishment (penghargaan dan hukuman) sejatinya telah melekat pada aktivitas sehari-hari melalui teguran konstruktif maupun apresiasi sederhana dari pimpinan demi menjaga muruah dan mutu pelayanan lembaga.
Kotributor : Endang Mu’min


Komentar