Rajagaluh [KEMENAG] — Dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Majalengka secara konsisten menggelar program “Literasi Berantas Buta Huruf Arab”. Kegiatan pembinaan ini terus digiatkan hingga Selasa (4/8/2026) sebagai langkah nyata madrasah dalam mengakomodasi siswa-siswi yang belum lancar membaca kitab suci, atau bahkan belum memahami huruf hijaiyah sama sekali saat pertama kali mendaftar.
Rutinitas Pagi Pembentuk Karakter
Program literasi ini tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan diimplementasikan melalui pendekatan intensif dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut difokuskan khusus bagi siswa-siswi tertentu yang masih membutuhkan pendampingan ekstra dalam membaca Al-Qur’an. Pelaksanaannya dilangsungkan setiap hari di pagi hari, berjalan beriringan dengan rutinitas pembiasaan positif madrasah lainnya, seperti salat Duha berjemaah dan program bilingual. Penggabungan kegiatan ini dirancang agar para siswa tidak hanya terampil dalam ilmu umum, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat sebelum memulai kegiatan belajar mengajar di kelas.
Dukungan Wali Murid dan Peningkatan Himmah Siswa
Keberhasilan program ini tentu tidak lepas dari peran aktif para tenaga pendidik dan pembimbing yang berdedikasi tinggi. Ida Udaedah, S.H.I., selaku salah satu pembimbing kegiatan, menyampaikan rasa syukur atas perkembangan signifikan yang ditunjukkan oleh para siswa.
“Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan literasi baca Al-Qur’an di MTsN 12 Majalengka ini, khususnya untuk anak-anak, mereka tambah lancar membaca Al-Qur’annya,” ungkap Ida.
Ia juga menambahkan bahwa inovasi madrasah ini mendapatkan respons yang sangat positif dari lingkungan keluarga siswa. “Untuk wali murid, mereka sangat bersyukur sekali dan sangat mendukung. Semoga saja anak-anak yang tadinya masuk ke MTs itu belum lancar membaca Al-Qur’an, dengan adanya program ini menjadi tambah baik dan himmah (semangat) untuk membaca Al-Qur’annya bertambah lagi,” pungkasnya.
Melalui dedikasi para guru dan dukungan penuh dari orang tua, program Literasi Berantas Buta Huruf Arab ini diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan pengentasan ketidakmampuan membaca huruf hijaiyah semata. Lebih dari itu, MTsN 12 Majalengka tengah menanamkan bibit kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an yang kelak akan menjadi lentera penerang jalan hidup mereka. Konsistensi madrasah dalam menjaga porsi keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan keanggunan akhlak ini menjadi bukti komitmen nyata dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul, religius, dan berdaya saing tinggi.


Komentar